BANGKALAN, RadarMadura.id – Perempuan bernama Farida, warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan, kini tengah menjadi buah bibir tetangganya.
Sebab, yang bersangkutan diduga menipu puluhan warga dengan modus arisan bodong yang jumlahnya mencapai Rp 7 miliar.
Kasus arisan bodong itu akhirnya mencuat setelah beredar video korban didatangi oleh para korban.
Mereka mendatangi rumah Farida dan menagih uang bernilai miliaran tersebut.
Namun, Farida enggan menggantinya dengan berbagai macam alasan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Keleyan Adit Gaurok membenarkan hal tersebut.
Dia menuturkan, awalnya kasus tersebut difasilitasi oleh pemerintah desa (pemdes) untuk dicarikan solusi.
Saat itu, para pihak, termasuk Farida, diminta untuk mendata jumlah peserta arisan sekaligus nominalnya.
“Sempat difasilitasi pemerintah desa, tetapi belum selesai,” katanya.
Adit menuturkan, pihaknya sudah meminta Farida mendata semua orang yang menjadi korban dugaan arisan bodong tersebut dan memintanya kembali ke balai desa.
Namun, hingga kini yang bersangkutan tidak datang. Puncaknya, para korban mendatangi rumah yang bersangkutan untuk menagih uangnya.
“Karena sampai sekarang belum datang lagi ke balai desa, kami tidak tahu pasti berapa nominal uang milik peserta arisan,” imbuhnya.
Baca Juga: Sebar Video Asusila, Polisi Sergap Warga Tambelangan
Berdasarkan pengakuan awal para pihak, nominal uang yang diberikan ke Farida bervariasi, mulai Rp 40 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar.
Sebelum perkara ini viral, korban sempat melapor ke Polsek Socah. Namun, aparat menyarankan untuk diselesaikan di balai desa.
“Para korban sempat mau lapor ke Polsek Socah, hanya saja disarankan untuk diselesaikan di desa saja,” ucapnya.
Dijelaskan, berdasarkan pengakuan Farida, uang miliaran itu dikelola untuk modal usaha dan membayar utang.
Saat ditagih oleh warga, Farida menyatakan siap bayar dengan aset yang dimilikinya. Namun, nilai asetnya jika dijual hanya berkisar Rp 400 juta.
Sementara sisanya akan dicicil. “Sementara, para korban tidak mau kalau dicicil,” imbuhnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti