BANGKALAN, RadarMadura.id – Kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan dan layanan yang disediakan oleh Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dalam mendukung seleksi masuk perguruan tinggi negeri kian meningkat.
Buktinya, UTM menjadi pilihan 2.827 peserta ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK SNBT) 2026.
Ribuan peserta yang melaksanakan UTBK SNBT di UTM itu berasal dari 17 provinsi dan 72 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Minat peserta tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan dan layanan yang disediakan oleh UTM untuk mendukung seleksi masuk perguruan tinggi negeri tersebut.
Baca Juga: UTM Resmi Luncurkan UTM Trans, Perkuat Layanan Mobilitas Civitas Academica
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ mengatakan, pelaksanaan UTBK SNBT UTM berlangsung selama delapan hari terhitung sejak 21–30 April.
Pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi setiap hari, yakni pagi dan siang. Perinciannya, 21–23 April diikuti oleh 215 peserta per sesi. Jika dikalkulasi, dalam sehari sebanyak 430 peserta.
“Ada 2.827 peserta yang memilih melaksanakan UTBK SNBT di UTM dan pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang,” tuturnya.
Dijelaskan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK SNBT, pihaknya menyediakan sembilan ruang laboratorium komputer yang tersebar di lima gedung strategis di lingkungan kampus, yakni Gedung Lab Eksak, Lab Sosial, Gedung Cakra, Gedung Teaching Industry, dan Gedung RKB E Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya.
“Seluruh fasilitas tersebut telah dipastikan siap secara teknis dan logistik agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan lancar,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi peserta UTBK, kampus yang dia nakhodai juga menyiapkan door prize bagi peserta yang hadir paling awal di sejumlah ruang laboratorium komputer.
Baca Juga: Bakal Terapkan PJJ, UTM Komitmen Dukung Rencana Pemerintah
Langkah ini diambil sebagai upaya UTM menghadirkan suasana yang ramah, hangat, dan berkesan bagi peserta UTBK SNBT 2026.
“Door prize ini sebagai bentuk apresiasi kepada peserta dan itu dilakukan setiap sesi di semua ruangan,” bebernya.
UTM juga menyediakan penginapan gratis bagi peserta maupun bagi pengantarnya. Fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan oleh peserta yang berasal dari luar Bangkalan. Tujuannya, agar peserta lebih maksimal dalam mengikuti pelaksanaan UTBK SNBT.
“Kami sediakan penginapan gratis bagi peserta maupun yang menemani,” ungkapnya.
Orang nomor satu di lingkungan kampus UTM itu memantau langsung pelaksanaan UTBK SNBT.
Secara umum pelaksanaan tes berjalan lancar, hanya saja di sesi pertama ada empat peserta yang tidak hadir tanpa alasan. Dengan demikian, secara otomatis dinyatakan tidak lolos.
“Tidak ada kendala apa pun dan kami pastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh peserta maupun panitia,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti