Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Trunojoyo Law Review Raih Peringkat Q1, Angkat Isu Kemaduraan ke Panggung Global

Amin Basiri • Jumat, 17 April 2026 | 14:15 WIB
BERSAHAJA: Rektor UTM Prof. Safi memberikan sambuatan dalam kegiatan kuliah umum, Rabu (8/4).
BERSAHAJA: Rektor UTM Prof. Safi memberikan sambuatan dalam kegiatan kuliah umum, Rabu (8/4).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Prestasi gemilang ditorehkan Trunojoyo Law Review Universitas Tunodjoyo Madura (UTM).

Yakni, dengan meraih peringkat quartile satu (Q1) yang merupakan kategori tertinggi dalam pemeringkatan jurnal bereputasi internasional. 

Capaian tersebut tidak hanya menegaskan kualitas akademik UTM, tetapi juga memperkuat posisi kajian hukum berbasis lokal, khususnya kemaduraan dalam diskursus global.

Editor-in-Chief Muwaffiq Jufri menyatakan, keberhasilan itu merupakan buah dari konsistensi dalam menjaga mutu ilmiah sekaligus keberanian mengangkat isu-isu khas daerah, terutama di Madura.

Trunojoyo Law Review tidak hanya berorentasi pada standar global, tetapi memiliki ciri khas dalam mengkaji persoalan hukum berbasis kemaduraan dari semua sisi.

'Trunojoyo Law Review berbasis kemaduraan baik dari aspek sosial, budaya, maupun praktik hukum yang hidup di masyarakat Madura. Dari lokalitas itulah kontribusi global bisa dibangun", ujarnya.

Dosen Fakultas Hukum (FH) UTM itu mengungkapkan, pendekatan tersebut menjadi kekuatan unik jurnal.

Sebab mampu menghadirkan perspektif hukum yang kontekstual sekaligus relevan secara internasional. 

Terpisah, Dekan FH UTM Erma Rusdiana mengapresiasi capaian itu. Itu menjadi bukti bahwa institusi daerah mampu bersaing di tingkat dunia.

Predikat Q1 juga membuktikan kualitas akademik tidak bergantung pada lokasi, namun terletak pada komitmen dan integrita ilmiah.

"FH UTM telah menghadirkan kajian hukum dan mengangkat kekayaan lokal madura dalam pengembangan ilmu hukum", ucapnya.

Rektor UTM Prof. Safi menyatakan, capaian yang ditorehkan Trunojoyo Law Review merupakan bagian dari visi besar kampus pimpin dalam rangka internasionalisasi pengetahuan berbasis lokal.

Sehingga keberhasilan dalam meraih peringkat Q1 merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran UTM sebagai pusat unggulan kajian kemaduraan.

"Capaian ini memperkuat posisi UTM dsebagai pusat unggulan kajian kemaduraan yang berdaya saing global", tuturnya.

Capaian itu juga membuktikan bahwa kearifan lokal tidak hanya relevan di tingkat nasional. Namun juga memiliki nilai penting di kancah akademik internasional.

Oleh sebab itu pihaknya berharap Trunojoyo Law Review tidak hanya menjadi rujukan utama dalam studi hukum, tetapi menjadi jembatan nilai-nilai lokal madura dan perkembangan hukum.

"Kami berharap capain ini juga menjadi jembatan antara nilai-nilai lokal maduta dan perkembangan hukum global", harapnya. (za/jup)

 

Editor : Amin Basiri
#Peringkat Akademis #utm #universitas trunojoyo madura