BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melalui badan pengelola usaha (BPU) resmi meluncurkan layanan transportasi kampus bertajuk UTM Trans pada Kamis (16/4).
Kegiatan launching yang berlangsung di Gedung Cakra lantai 1 itu diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya peningkatan layanan bagi civitas academica, khususnya dalam hal mobilitas yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi.
Direktur BPU UTM Faidal dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran UTM Trans merupakan bagian dari visi besar kampus dalam menghadirkan layanan prima pasca penetapan status UTM sebagai badan layanan umum (BLU).
Menurutnya, layanan transportasi ini tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi lebih pada peningkatan kualitas pelayanan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
“UTM Trans bertujuan memberikan kemudahan mobilitas bagi seluruh civitas academica. Dalam pengelolaannya, kami menempatkan pelayanan sebagai prioritas utama, bukan semata-mata keuntungan,” ujar Faidal.
Pada tahap awal, BPU UTM menyiapkan empat armada yang terdiri dari bus dan kendaraan jenis elf.
Armada ini akan mulai diuji coba secara intensif pada akhir April, bertepatan dengan momentum kedatangan calon mahasiswa baru melalui jalur UTBK yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April.
Uji coba ini diharapkan dapat menjadi evaluasi awal untuk penyempurnaan layanan, baik dari sisi jadwal, rute, maupun kenyamanan pengguna.
Faidal juga menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pengembangan, termasuk menyempurnakan jadwal keberangkatan dan memperluas jangkauan layanan.
Baca Juga: Trunojoyo Law Review Raih Peringkat Q1, Angkat Isu Kemaduraan ke Panggung Global
Koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan juga terus dilakukan untuk memastikan operasional UTM Trans sesuai dengan regulasi trayek yang berlaku.
“Jika ada banyak masukan dari civitas academica, itu justru menjadi bentuk sinergi yang sangat kami harapkan untuk mewujudkan layanan yang lebih baik,” tambahnya.
Dukungan penuh terhadap kehadiran UTM Trans juga disampaikan oleh Kepala Dishub Bangkalan Muhammad Hasan Faisol.
Dia menilai layanan ini sebagai langkah strategis dalam menjawab keterbatasan transportasi, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat sekitar.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui dinas perhubungan sangat mendukung launching UTM Trans ini. Harapannya, layanan ini dapat menjadi solusi atas keterbatasan transportasi yang selama ini dirasakan,” ujarnya.
Rektor Universitas Trunodjoyo Madura Prof. Dr. Safi’ menegaskan bahwa peluncuran UTM Trans merupakan implementasi nyata dari fleksibilitas pengelolaan keuangan yang dimiliki UTM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) sejak 2023.
Diia menilai, kehadiran unit usaha di bawah BPU ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan tanpa mengabaikan prinsip keterjangkauan pendidikan.
“Launching UTM Trans ini diharapkan dapat membantu dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, khususnya yang mengakses kampus dari arah Suramadu,” ungkapnya.
Secara teknis, layanan UTM Trans difokuskan untuk melayani mobilitas civitas academica, terutama pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan Suramadu dengan kampus UTM.
Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap transportasi pribadi sekaligus mendukung efisiensi waktu perjalanan.
Dengan hadirnya layanan tersebut, UTM menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan berbasis kebutuhan nyata civitas academica.
Tidak hanya sebagai sarana transportasi, UTM Trans diharapkan menjadi simbol transformasi layanan kampus yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. (za)
Editor : Hera Marylia Damayanti