BANGKALAN, RadarMadura.id – Enam unit bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan tidak lagi dioperasikan pasca layanan Trans Bangkalan dihapus.
Bus yang dulunya dimanfaatkan untuk transportasi umum itu kini sudah jarang digunakan. Armada beroperasi saat ada yang meminjam.
Bus yang sebelumnya dimanfaatkan untuk Trans Bangkalan itu awalnya mau dilelang.
Dishub menginginkan armada yang kapasitasnya kecil dan baru untuk tetap terintegrasi dengan layanan Trans Jawa Timur.
Kepala Dishub Bangkalan Moh. Hasan Faisol tidak menampik jika bus yang sebelumnya dimanfaatkan untuk layanan Trans Bangkalan itu sudah jarang beroperasi.
Institusinya menggunakan armada pada saat kegiatan tertentu, seperti penyediaan layanan mudik gratis dan jika ada pihak yang hendak meminjam.
”Maret lalu kami gunakan untuk layanan mudik gratis,” katanya.
Menurut dia, enam unit bus itu semula hendak dilelang, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.
Saat ini, bus digunakan untuk antar-jemput mahasiswa dan kadang dipinjam oleh instansi yang membutuhkan.
”Kalau tidak keliru, lebih sering digunakan untuk antarjemput mahasiswa atau untuk kegiatan pariwisata,” bebernya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi menyatakan, pihaknya lebih sepakat untuk melelang aset milik pemerintah kabupaten (pemkab) tersebut sebab sudah tidak digunakan untuk layanan Trans Bangkalan.
”Namun, tetap menyisakan satu atau dua unit untuk mendukung layanan Trans Jatim,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti