BANGKALAN, RadarMadura.id – Realisasi program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan kembali dikeluhkan.
Pasalnya, ada temuan ulat pada menu makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Baihaqy, Desa Bates, Kecamatan Blega.
Temuan ulat pada menu MBG itu terungkap Kamis (9/4). Menu yang disajikan berupa nasi putih, ikan patin bumbu balado, kemangi, tahu goreng susu, tumis kacang panjang plus jagung, serta buah melon.
Salah seorang informan yang enggan disebut namanya mengatakan, menu yang disajikan setiap hari kerap dikeluhkan dan diduga tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain karena terlalu minimalis, juga ditengarai tidak sesuai dengan anggaran per porsi sebagaimana yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
”Saya berharap ada pengawasan secara ketat agar pihak dapur tidak sembarangan menyalurkan menu makanan. Menu yang disajikan jika dikalkulasi tidak sesuai dengan harga yang telah ditentukan,” sesalnya.
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan ulat pada menu makanan yang didistribusikan oleh SPPG Al Baihaqy tersebut.
”Nanti akan kami tindak lanjuti dan laporkan temuan ini pada BGN,” janjinya.
Bambang juga meminta agar para penerima manfaat mengadukan langsung kepada satgas MBG jika menu makanan tidak sesuai atau bermasalah.
Dia berjanji akan menindaklanjuti dan melaporkan hal tersebut pada BGN.
”Jika ada temuan menu bermasalah, silakan laporkan langsung ke kami, akan kami laporkan ke BGN,” tegasnya.
Koran ini telah berupaya menghubungi kepala SPPG Yayasan Al Baihaqy M. Luthfi Ali Ramdhani melalui pesan dan telepon WhatsApp untuk mengonfirmasi temuan ulat tersebut. Namun, yang bersangkutan tidak merespons. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti