Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mulai Langka, Harga Tabung Gas Melon Tembus Rp 25 Ribu

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 8 April 2026 | 10:00 WIB
LANGKA: Warga di Jalan Halim Perdanakusuma Bangkalan menunjukkan tabung gas melon Selasa (7/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
LANGKA: Warga di Jalan Halim Perdanakusuma Bangkalan menunjukkan tabung gas melon Selasa (7/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Ketegangan di Timur Tengah sepertinya mulai terasa dampaknya di Kabupaten Bangkalan.

Indikasinya, permintaan tabung gas LPG kemasan 3 kilogram yang terus meningkat dan harganya tembus Rp 25 ribu.

Ironisnya, tabung gas melon itu mulai langka di tingkat pengecer.

Fathur, warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, mengatakan, kelangkaan tabung gas melon mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Suzuki e Vitara 2026 Resmi Meluncur di Indonesia Harga Rp755 Juta Bawa SUV Listrik 4WD Jarak Tempuh 500 Km

Di beberapa pengecer, tabung gas bersubsidi itu mulai jadi rebutan. Sebab, tidak setiap saat tersedia.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dia mengaku beberapa kali harus mengurungkan niatnya untuk menukar tabung gas. Sebab, hampir semua pengecer kosong.

"Beberapa hari ini di Socah sudah mulai langka, rata-rata di pengecer habis," katanya.

Selain langka, lanjut Fathur, harga tabung gas melon juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 22 ribu.

Dia menyebutkan, harga tersebut bisa saja berubah sesuai lokasi pengecer berjualan.

Sebab, barang langka biasa diikuti kenaikan harganya. Sebab, permintaan semakin meningkat.

Baca Juga: Perkuat Akses Kesehatan, BRI Peduli Bagika Layanan Gratis dan 9.700 Paket Vitamin

"Terbaru saya menukar tabung LPG 3 kg itu seharga Rp 22 ribu, naik sejak beberapa pekan lalu," tambahnya.

Khoiron selaku pemilik pangkalan LPG Gazan di Desa Martajasah menyatakan, kelangkaan tabung gas melon itu biasa terjadi setiap tahun.

Sebab, setelah Lebaran, permintaan masyarakat meningkat. Padahal, pendistribusian terbilang masih normal atau sesuai jadwal.

"Untuk saat ini masih lancar, tidak tahu lagi kalau ada gangguan di pusat akibat perang di Timur Tengah," bebernya.

Sementara berkaitan dengan harga jual, di pangkalan miliknya masih mengacu pada keputusan gubernur tahun 2024. Yakni, Rp 18.000 per tabung.

Namun, tidak menutup kemungkinan harga tersebut tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) jika permintaan di masyarakat terus meningkat. Sebab, di pedesaan harganya tembus Rp 25 ribu.

"Harga jual di pangkalan tidak naik, tapi kalau di pengecer ataupun di desa mengalami kenaikan harga," ungkapnya.

Baca Juga: BBM Dinkes Sedot APBD Ratusan Juta, Pengamat Ingatkan Rawan Pemborosan

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Muh. Rasuli belum bisa memberikan keterangan saat dikonfirmasi koran ini.

Sebab, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, yang bersangkutan masih mengikuti rapat bersama bupati Bangkalan.

"Saya masih mengikuti rapat pimpinan di kantor Pemkab Bangkalan," jawabnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tabung gas melon #Rp 25 ribu #lpg 3 kg #naik #langka