BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, digegerkan dengan dugaan seorang ibu bersama anaknya terjun ke sungai Selasa (31/3) dini hari. Dugaan tersebut mencuat setelah warga menemukan tas dan sandal di tepi sungai.
Gatot S. Tomo, warga setempat, menuturkan korban bernama Siti Ruqiyah, 35, diduga pergi dari rumah bersama anaknya, Ibrohim, 7. Kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Menurut dia, sepupu korban sempat membuntuti karena melihat gelagat mencurigakan. Namun, jejak korban hilang hingga akhirnya ditemukan tas dan sandal di pinggir sungai.
"Tas dan sandal korban ditemukan di tepi sungai," ujarnya.
Baca Juga: Terdeteksi lewat GPS, Amankan Pikap Diduga Hasil Curian
Korban diduga nekat terjun ke sungai. Sebab, sebelumnya korban beberapa kali mengutarakan keinginan mengakhiri hidup bersama anaknya.
Dugaan itu semakin menguat setelah tas berisi ponsel milik korban ditemukan di lokasi.
"Korban diketahui mengalami depresi dan sempat beberapa kali mengutarakan keinginan bunuh diri," imbuhnya.
Kecurigaan warga bertambah setelah seorang pedagang tempe mengaku melihat korban bersama anaknya berada di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 04.00 WIB.
Selain itu, tim BPBD Bangkalan juga menemukan sandal anak kecil mengambang di sungai sekitar pukul 08.00 WIB.
"Warga semakin curiga setelah ditemukan sandal anak kecil mengambang," katanya.
Di lokasi kejadian, beredar berbagai spekulasi. Ada yang menduga korban terjun ke sungai dan diterkam buaya.
Pasalnya, sehari sebelumnya terlihat dua ekor buaya muncul ke permukaan.
Namun, ada pula yang menduga korban hanya pergi dan sengaja meninggalkan barang-barangnya.
"Ada yang mengaitkan dengan kemunculan buaya sehari sebelumnya," paparnya.
Ila Ritza, sepupu suami korban, menyebutkan bahwa korban memang mengalami tekanan mental.
Bahkan, sebelum Lebaran Idul Fitri, korban sempat berkeinginan melompat dari Jembatan Suramadu.
Karena itu, anak korban sempat dipisahkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Selama ini korban memang mengalami stres. Semoga saja hanya pergi, bukan benar-benar terjun ke sungai," harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan Zainul Qomar mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian.
Dua perahu dikerahkan untuk menyisir sungai bersama warga. "Pencarian terus dilakukan bersama tim dan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Diciduk saat Makan Rujak, Dua Terduga Penadah Terlacak berkat GPS di Sepeda Motor
Namun, tim belum berani melakukan penyelaman karena adanya laporan kemunculan buaya di lokasi.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan tim SAR untuk membantu proses pencarian. "Jika korban tenggelam, biasanya jasad akan mengapung setelah 24 jam," jelasnya.
Pencarian direncanakan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Pihaknya berharap korban segera ditemukan.
"Semoga dalam waktu dekat bisa ditemukan," tandasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti