BANGKALAN, RadarMadura.id – Pimpinan dan segenap civitas academica Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mendatangkan mantan menteri pendidikan periode 2009–2014 Prof. Mohammad Nuh, DEA dalam rangka halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah.
Silaturahmi dengan tema menguatkan kolaborasi menuju kampus berdampak itu berlangsung di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Kamis (26/3).
Di hadapan civitas academica UTM, Rais Syuriah PBNU itu memberikan nasihat agar satu-satunya kampus negeri di Madura itu terus menebar kebermanfaatan untuk masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, UTM kian eksis menebar manfaat sebagai bukti kampus semakin pesat dan menjadi pilihan mahasiswa seluruh Indonesia.
Artinya kampus yang berada di ujung barat Pulau Madura itu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"UTM terus menebar manfaat, sebab kalau tidak, pasti sudah ditinggal, atau peminatnya menurun," ujarnya.
Anggota dewan pengarah dewan pendidikan tinggi itu mengutarakan, sesuatu bisa dianggap bermanfaat jika bisa memenuhi kebutuhan.
Oleh karena itu, UTM harus memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mahasiswa. Menurutnya, manfaat itu selalu diidentik dengan kebutuhan.
"Untuk memenuhi kebutuhan itu ada yang namanya inovasi," lanjutnya.
Prof. Nuh mengutarakan, kebutuhan masyarakat sifatnya dinamis dan berubah-ubah sehingga cara menyelesaikannya juga berubah.
Hal itu disebut sebagai inovasi. Dia mengajak civitas academica UTM menjadikan kebermanfaatan sebagai life style atau gaya hidup.
"UTM harus diisi oleh orang-orang yang ramah agar tidak gersang secara sosial," tuturnya.
Prof. Nuh menyarankan agar UTM memberikan bekal kompetensi dan akhlak kepada mahasiswa. Jika hal ini sudah dimiliki, maka lulusan UTM bisa terus eksis di mana pun berada.
"Jika UTM bisa membekali mahasiswanya dengan dua hal itu, maka kampus ini is the best," pujinya.
Rektor UTM Prof. Safi' menyatakan, halalbihalal civitas academica itu bertujuan sebagai sarana bersilaturahmi, saling memaafkan, sekaligus mengaji langsung kepada Prof. Nuh.
Utamanya, bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya, yakni menjadi pribadi yang terus bermanfaat bagi kehidupan sesama.
"Di momen ini kami bisa mengaji tentang bagaimana kehidupan yang terus bermanfaat bagi sesama," urainya.
Safi' mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Prof. Nuh atas kehadirannya ke UTM.
Di tengah kesibukannya, Rais Syuriah PBNU itu menyempatkan diri untuk memberikan nasihat kepada civitas academica UTM.
"Terima kasih atas tausiyah yang disampaikan kepada kami," sambungnya.
Mantan dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu menambahkan, saat ini kampus yang dia pimpin memiliki 46 program studi yang terdiri dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan program doktoral.
Sebanyak 12 program studi baru terbit izinnya pada pertengahan 2025 lalu. Saat ini, masih ada beberapa program studi yang masih diproses, termasuk program studi kedokteran.
"April mendatang insyaallah akan dilaksanakan visitasi lapang untuk prodi kedokteran," tandasnya. (za/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti