Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Terus Tebar Kebermanfaatan, Gelar Halalbihalal Dihadiri Prof. Nuh

Hera Marylia Damayanti • 2026-03-26 17:46:31
BERSAHAJA: Rektor UTM Prof. Safi’ menyampaikan sambutan dalam acara halalbihalal di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer Kamis (26/3). (UTM UNTUK JPRM)
BERSAHAJA: Rektor UTM Prof. Safi’ menyampaikan sambutan dalam acara halalbihalal di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer Kamis (26/3). (UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pimpinan dan segenap civitas academica Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mendatangkan mantan menteri pendidikan periode 2009–2014 Prof. Mohammad Nuh, DEA dalam rangka halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah.

Silaturahmi dengan tema menguatkan kolaborasi menuju kampus berdampak itu berlangsung di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Kamis (26/3).

Di hadapan civitas academica UTM, Rais Syuriah PBNU itu memberikan nasihat agar satu-satunya kampus negeri di Madura itu terus menebar kebermanfaatan untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga: WFH, Ketahanan Energi, dan Maqāṣid al-Syarī‘ah: Refleksi terhadap Kebijakan Negara di Tengah Gejolak Global

Menurutnya, UTM kian eksis menebar manfaat sebagai bukti kampus semakin pesat dan menjadi pilihan mahasiswa seluruh Indonesia.

Artinya kampus yang berada di ujung barat Pulau Madura itu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"UTM terus menebar manfaat, sebab kalau tidak, pasti sudah ditinggal, atau peminatnya menurun," ujarnya.

Anggota dewan pengarah dewan pendidikan tinggi itu mengutarakan, sesuatu bisa dianggap bermanfaat jika bisa memenuhi kebutuhan.

Oleh karena itu, UTM harus memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mahasiswa. Menurutnya, manfaat itu selalu diidentik dengan kebutuhan.

"Untuk memenuhi kebutuhan itu ada yang namanya inovasi," lanjutnya.

MEMBERI WEJANGAN: Rais Syuriah PBNU Prof. KH. Mohammad Nuh, DEA memberikan tausiyah di hadapan civitas academica UTM, Kamis (26/3). (UTM UNTUK JPRM)
MEMBERI WEJANGAN: Rais Syuriah PBNU Prof. KH. Mohammad Nuh, DEA memberikan tausiyah di hadapan civitas academica UTM, Kamis (26/3). (UTM UNTUK JPRM)

Baca Juga: Xiaomi 17 Ultra Tawarkan Kamera Lebih Pintar dan Detail Tajam, Cocok untuk Foto Malam dan Kondisi Ekstrem

Prof. Nuh mengutarakan, kebutuhan masyarakat sifatnya dinamis dan berubah-ubah sehingga cara menyelesaikannya juga berubah.

Hal itu disebut sebagai inovasi. Dia mengajak civitas academica UTM menjadikan kebermanfaatan sebagai life style atau gaya hidup.

"UTM harus diisi oleh orang-orang yang ramah agar tidak gersang secara sosial," tuturnya.

Prof. Nuh menyarankan agar UTM memberikan bekal kompetensi dan akhlak kepada mahasiswa. Jika hal ini sudah dimiliki, maka lulusan UTM bisa terus eksis di mana pun berada. 

"Jika UTM bisa membekali mahasiswanya dengan dua hal itu, maka kampus ini is the best," pujinya.

Rektor UTM Prof. Safi' menyatakan, halalbihalal civitas academica itu bertujuan sebagai sarana bersilaturahmi, saling memaafkan, sekaligus mengaji langsung kepada Prof. Nuh.

Baca Juga: SUV Legendaris Kini Lebih Terjangkau, Land Cruiser FJ Dijual Rp500 Jutaan dengan Kemampuan Off Road Asli

Utamanya, bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya, yakni menjadi pribadi yang terus bermanfaat bagi kehidupan sesama.

"Di momen ini kami bisa mengaji tentang bagaimana kehidupan yang terus bermanfaat bagi sesama," urainya.

Safi' mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Prof. Nuh atas kehadirannya ke UTM.

Di tengah kesibukannya, Rais Syuriah PBNU itu menyempatkan diri untuk memberikan nasihat kepada civitas academica UTM.

BERSINERGI: Rektor UTM Prof. Safi’ dan jajarannya berfoto bersama dengan Prof. Mohammad Nuh, DEA. (UTM UNTUK JPRM)
BERSINERGI: Rektor UTM Prof. Safi’ dan jajarannya berfoto bersama dengan Prof. Mohammad Nuh, DEA. (UTM UNTUK JPRM)

"Terima kasih atas tausiyah yang disampaikan kepada kami," sambungnya.

Mantan dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu menambahkan, saat ini kampus yang dia pimpin memiliki 46 program studi yang terdiri dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan program doktoral.

Sebanyak 12 program studi baru terbit izinnya pada pertengahan 2025 lalu. Saat ini, masih ada beberapa program studi yang masih diproses, termasuk program studi kedokteran.

"April mendatang insyaallah akan dilaksanakan visitasi lapang untuk prodi kedokteran," tandasnya. (za/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kompetensi dan akhlak #Prof. Mohammad Nuh #civitas academica UTM #tausiyah #utm #halalbihalal #menebar manfaat #inovasi