Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

  Pemeliharaan Fisik SDN Durin Timur 1 Terabaikan, Penggunaan Dana BOS Patut Dicurigai

Amin Basiri • Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:58 WIB

RUSAK: Kondisi Gedung Perpustakaan SDN Durin Timur 1 Kecamatan Konang tak terawat, Kamis (12/3)
RUSAK: Kondisi Gedung Perpustakaan SDN Durin Timur 1 Kecamatan Konang tak terawat, Kamis (12/3)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dugaan manipulasi pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SDN Durin Timur 1, Kecamatan Konang menguat. Jika sebelumnya pengadaan buku paket diduga fiktif, kini muncul sorotan baru.

Yakni, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah itu ditengarai tidak pernah direalisasikan. Kondisi fisik sekolah yang tak terawat menjadi sekolah bukti tak terbantahkan. Sejumlah bangunan lama di lembaga ituterlihat memprihatinkan.

Plafon beberapa ruang kelas terlihat rusak dan bocor. Dinding bangunan dipenuhi retakan. Bahkan, ruang perpustakaan sekolah terlihat terkunci rapat dan diduga sudah lama tidak difungsikan.

Pantauan media ini menunjukkan, sebagian besar gedung lama di tidak berada dalam kondisi layak. Beberapa lembar atap mulaing menghitam dan rapuh.

Saat musim hujan, air disebut kerap masuk ke dalam ruang kelas sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Dinding bangunan juga menunjukkan kerusakan yang cukup jelas. Retakan terlihat di beberapa titik. Kondisi tersebut memperlihatkan minimnya perawatan terhadap fasilitas sekolah.

Sedangkan tak kalah mencolok, ruang perpustakaan sekolah tampak tertutup rapat. Pintu ruangan terkunci tanpa ada tanda-tanda aktivitas.

Sedangkan beberapa tembok terkelupas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa fasilitas tersebut sudah lama tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Padahal secara regulatif, salah satu penggunaan dana BOS adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Besaran anggaran yang dapat dialokasikan adalah 30 persen dari  BOS yang diterima masing-masing sekolah.

Dengan jumlah 178 murid, maka SDN Durin Timur 1 menerima mendapat dana BOS yang nilainya tidak sedikit. Bahkan mencapai 178 juta. Sedangkan 30 persen dari dana tersebut adalah Rp 53 juta. 

Seharusnya pemeliharaan fasilitas sekolah dapat dilakukan secara rutin agar bangunan tetap layak digunakan. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan.

”Hampir selama ini tidak pernah melihat ada perbaikan dan perawatan sekolah.” ucap sumber terpecaya koran ini.

Sementara Kepala SDN Durin Timur 1 Rosidah, membantah tudingan tersebut. Dia mengeklaim setiap tahun melakukan pemeliharaan fasilitas. Bahkan dia menyebut kondisi bangunan sekolahnya masih terawat.

Dia menyebut, cat pada gedung sekolah juga belum lama diperbarui. Pihaknya juga menyangkal adanya tudingan dirinya memanipulasi laporan penggunaan dana BOS tidak benar.

”Itu tidak benar, perawatan sekolah kami lakukan sesuai dengan anggaran di Arkas,” pungkasnya. (gik/jup)

Editor : Amin Basiri