BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana penuh keceriaan tampak di TK Negeri Pembina Pejagan, Bangkalan saat ratusan takjil dibagikan kepada warga sekitar, Rabu sore (11/3).
Kegiatan yang digelar di depan sekolah di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 13 tersebut melibatkan para siswa yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Sejak sore hari, para siswa bersama guru mulai membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan sekolah. Warga pun menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Setelah kegiatan berbagi takjil selesai, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti siswa, guru, dan orang tua.
Kepala TK Negeri Pembina Pejagan, Maryatul Kiptiyah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun di sekolah tersebut.
Baca Juga: Bupati Lukman dan Wabup Fauzan Bagi-Bagi Takjil, Keluarga Pasien di RSUD Syamrabu Tersenyum
Namun, pada tahun ini konsep kegiatan dibuat sedikit berbeda, khususnya oleh siswa kelas B1.
"Pada kegiatan tersebut, para siswa diberikan kesempatan memilih sendiri menu berbuka puasa. Caranya dengan menukarkan kupon yang telah disiapkan oleh panitia pada stand bazar yang tersedia di area sekolah," terangnya.
Konsep tersebut dibuat agar anak-anak dapat merasakan pengalaman sederhana dalam memilih dan menukar makanan secara mandiri.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa, para siswa juga disuguhi kegiatan edukatif berupa dongeng tentang makna puasa dan nilai-nilai kebaikan di bulan Ramadan.
Baca Juga: Bupati Dorong Kebijakan Transformasi Ekonomi Hijau, Sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan berbagi takjil, siswa diajak untuk belajar menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama serta mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.
Para orang tua siswa berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
Menurut mereka, konsep buka puasa bersama yang dikemas secara kreatif dan edukatif tidak hanya menjadi kegiatan makan bersama, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi antara siswa, guru, dan orang tua.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momen berbagi kebahagiaan yang mampu memperkuat ikatan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. (dry)
Editor : Hendriyanto