BANGKALAN, RadarMadura.id - Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 masih lama. Namun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan mulai melakukan langkah-langkah strategis untuk menyambut tahapan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh menyatakan, tahapan pesta demokrasi dimulai 21 bulan sebelum pemilu.
Maka, jika tidak terjadi perubahan regulasi, tahapan Pemilu 2029 akan dimulai April 2027.
"Mari kita bersiap diri (menyambut Pemilu 2029). Kontestannya juga silakan bersiap, dan bagi penyelenggara pemilu mari kita ajak masyarakat untuk menyukseskan pemilu," ujarnya.
Terdapat beberapa langkah taktis dilakukan Bawaslu Bangkalan untuk persiapan Pemilu 2029.
Antara lain, melakukan verifikasi partai politik (parpol). Alhasil, banyak parpol yang telah melakukan perubahan pengurus inti.
”Utamanya, ketua, sekretaris dan bendahara," ujarnya.
Bawaslu juga turun ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) yang dilakukan KPU Bangkalan.
Verifikasi data tersebut dilakukan di 18 kecamatan di Kota Bangkalan.
”Kita kawal ketat KPU dalam pelaksanaan coktas. Tujuannya, untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2029 nanti," katanya.
Mustain menambahkan, lembaganya juga gencar melakukan konsolidasi demokrasi dengan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sebulan, konsolidasi demokrasi yang dilakukan mencapai 42 titik.
”Meskipun targetnya hanya tiga kelompok masyarakat dari Bawaslu RI," sambungnya.
Ketua Bawaslu Provinsi Jatim A. Warits menyatakan, lembaganya memiliki tanggung jawab moril untuk mengonsolidasikan demokrasi pasca pemilu.
Sebab, satu-satunya lembaganya yang mencatat peristiwa pemilu hanya Bawaslu. Yakni, mencatat daerah rawan, potensi kecurangan, dan lain sebagainya.
"KPU hanya merekap hasil, sementara kami di Bawaslu mencatat satu per satu yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu," katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti