BANGKALAN, RadarMadura.id – Ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Bangkalan masih seret. Namun pemerintah mengeklaim, selama 2025 serapan tenaga kerja meningkat dibanding 2024.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana menyatakan, keterbatasan lapangan pekerjaan masih persoalan mendasar. Sebab, industri manufaktur di Bangkalan masih tergolong sedikit.
Sehingga, tidak berdampak besar terhadap serapan tenaga kerja. ”Semisal terdapat industri, maka akan mampu menyerap para pekerja. Hanya saja, saat ini di Bangkalan masih sangat terbatas,” ujarnya kemarin (4/3).
Terdapat beberapa perusahaan yang telah beroperasi dan mampu menyerap tenaga kerja di Kabupaten Bangkalan. Yakni, enam perusahaan galangan kapal dan pabrik rokok di Kecamatan Blega.
Jemmi mengeklaim angka serapan kerja selama 2025 meningkat. Pada 2024 serapan tenaga kerja sekitar 750 orang.
Sedangkan 2025 jumlahnya naik menjadi 1.000 orang. Meski angkanya bertambah, serapan tersebut dinilai masih jauh dari kondisi ideal.
Oleh sebab itu, pihaknya terus komunikasi dengan beberapa pengusaha untuk berinvestasi di Kabupaten Bangkalan. Juga menyiapkan SDM agar mampu terserap di bursa lowongan tenaga kerja.
”Tapi kami berusaha mendatangi pengusaha, sehingga dapat bekerja sama dengan mereka,” katanya.
Jemmi menambahkan, lembaganya juga memperkuat SDM. Salah satunya melalui program pelatihan. Itu dilakukan agar SDM Bangkalan bisa memiliki kompetensi dan berdaya saing. (c1/jup)
Editor : Amin Basiri