Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

RSUD Syamrabu Bakal Terapkan Pembayaran Nontunai, Untuk Parkir Kendaraan Bermotor

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 3 Maret 2026 | 11:43 WIB

MENUJU DIGITALISASI: Warga menunjukkan STNK ke petugas parkir di RSUD Syamrabu Bangkalan, Senin (2/3). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
MENUJU DIGITALISASI: Warga menunjukkan STNK ke petugas parkir di RSUD Syamrabu Bangkalan, Senin (2/3). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Manajemen RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan akan menerapkan cashless (nontunai) dalam pengelolaan parkir.

Itu diklaim dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan di rumah sakit pelat merah tersebut.

Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Farhat Surya Ningrat menyatakan, transformasi layanan digital terus dilakukan.

Termasuk dalam hal pengelolaan parkir. Tujuannya, untuk mengurangi transaksi atau pembayaran secara tunai.

”Pembayarannya nanti menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” ujarnya Senin (2/3).

Saat ini, penerapan kebijakan cashless dalam pengelolaan parkir tersebut masih tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Nantinya akan di-launching langsung oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim. 

Farhat yakin, penerapan cashless tersebut dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan di lingkungan rumah sakit yang dipimpin.

Juga, sejalan dengan transformasi layanan yang selama ini dikembangkan rumah sakitnya.

”Misalnya soal pendaftaran online, sekarang mayoritas pasien sudah mulai daftar online,” katanya.

Mantan ketua IDI Bangkalan itu menambahkan, pembayaran parkir dengan cara cashless tidak akan menghambat pelayanan.

Pihaknya akan tetap membuka ruang bagi pemilik kendaraan yang belum bisa membayar secara nontunai.

Tokoh Masyarakat Bangkalan Imron Abd. Fattah
Tokoh Masyarakat Bangkalan Imron Abd. Fattah

”Kami tetap beri ruang bagi pemilik kendaraan yang memilih untuk membayar biaya parkir secara tunai,” imbuhnya.

Digitalisasi pembayaran biaya parkir kendaraan di lingkungan RSUD Syamrabu disiapkan secara baik.

Salah satunya, mampu menentukan tarif secara otomatis berdasarkan durasi parkir di lingkungan rumah sakit.

Tokoh Masyarakat (Tomas) Bangkalan Imron Abd. Fattah menyatakan, rumah sakit termasuk lembaga layanan publik yang paling krusial.

Masyarakat yang datang ingin mendapat layanan kesehatan secara baik.

Maka, setiap pengambilan kebijakan harus dilakukan cermat. Termasuk dalam hal penerapan biaya parkir secara nontunai.

”Kondisi tidak semua SDM bisa membayar pakai QRIS harus dipahami. Jadi jangan sampai masyarakat kesulitan mendapat akses layanan kesehatan karena masalah parkir,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihaknya mendukung kemajuan progresif yang terjadi di internal rumah sakit milik Pemkab Bangkalan tersebut.

”Tetapi, kami juga ingin mengingatkan agar kearifan lokal di masyarakat juga diperhatikan,” pintanya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#QRIS #kebijakan #kearifan lokal #layanan kesehatan #nontunai #layanan publik #biaya parkir #tokoh masyarakat #cashless #layanan digital