BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga Desa Labang, Kecamatan Labang, Bangkalan, dibuat geger dengan adanya sekelompok remaja yang diduga tawuran atau perang sarung.
Ironisnya, aksi perang sarung itu mengakibatkan warga yang hendak melintas di Jalan Raya Labang menjadi korban, sehingga harus dirawat di puskesmas setempat.
Warga setempat Fuad menyampaikan, kejadian yang diduga perang sarung tersebut terjadi secara tiba-tiba.
Ada sejumlah remaja mengendarai sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam (sajam) dan balok kayu.
Informasi yang beredar di masyarakat masih simpang siur terkait sekelompok remaja tersebut, ada yang menyatakan para remaja itu dari Kecamatan Kamal ada juga yang bilang dari Tragah.
”Situasi aman dan kondusif. Korban juga sudah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit,” ujarnya.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyampaikan, pengeroyokan terhadap korban Fauzan Asari itu terjadi pada saat yang bersangkutan hendak pulang dari Surabaya menuju Kamal. Setibanya di Jembatan Morkepek, korban buang air kecil di pinggir jalan.
Tiba-tiba didatangi segerombolan orang tidak dikenal (OTK) dan langsung dikeroyok.
”Korban tiba-tiba diserang sekelompok remaja dan langsung dipukuli,” terangnya.
Beruntung, korban saat itu masih sadar dan langsung melarikan diri ke rumah warga terdekat. Masyarakat setempat kemudian menghalau para pelaku.
Dia langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan medis sebab mengalami luka di bagian kepala.
”Untuk kondisi korban sudah diperbolehkan pulang dan kasus ini sedang ditangani oleh unit reskrim Polsek Sukolilo,” paparnya.
Baca Juga: Penyelidikan Kasus Penyerobotan Lahan di Desa Dumajah Lelet, Laporan sejak 2023
Hingga saat ini Agung belum bisa memastikan dari mana asal gerombolan remaja tersebut.
Aparat masih berusaha untuk mengungkap insiden tersebut. Dia juga menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
”Informasi ada korban yang meninggal dunia itu tidak benar. Tidak ada korban jiwa dalam perkara tersebut,” tegasnya. (za/bil)
Editor : Amin Basiri