BANGKALAN, RadarMadura.id – Intervensi pemerintah kabupaten (pemkab) untuk meningkatkan produktivitas pertanian patut diacungi jempol.
Sebab, satu hektare lahan mampu menghasilkan 5,2 ton padi.
Dampaknya, ketersediaan beras di Kabupaten Bangkalan menjadi surplus.
Buktinya, di awal 2026 ketersediaan beras mencapai 108.612 ton. Itu setara dengan kebutuhan konsumsi selama 12 bulan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, terdapat beberapa intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivtas pertanian.
Seperti pemberian bantuan mesin pompa air. Sehingga, produksi pertanian tidak bergantung pada cuaca.
”Dampak dari mesin pompa air ini sangat luar biasa. Apalagi lahan pertanian di Bangkalan banyak yang bersifat tadah hujan,” ujarnya.
Pemerintah juga membangun enam saluran irigasi untuk mengairi lahan-lahan pertanian agar produktif.
Infrastruktur tersebut mampu berdampak positif terhadap hasil pertanian masyarakat Bangkalan.
”Alhamdulillah produktivitas pertanian terus meningkat,” imbuhnya.
Orang nomor satu di Bangkalan itu menambahkan, pemerintah juga memberikan bantuan 60 unit alat mesin pertanian (alsintan) selama 2025.
Itu diharapkan bisa meningkatkan gairah dan semangat petani untuk bercocok tanam.
”Alsintan tidak diberikan kepada individu, melainkan kelompok pertanian (poktan),” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti