BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggaran perawatan pasar tradisional di Bangkalan tahun ini nyaris stagnan.
Dari 29 pasar yang membutuhkan sentuhan perbaikan, hanya lima pasar yang bakal mendapat jatah anggaran pemeliharaan senilai Rp 1,3 miliar, atau hanya naik Rp 100 juta dibanding tahun lalu.
Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Mohammad Hotib Marzuki menilai, nominal tersebut jauh dari cukup jika dibandingkan dengan tingkat kerusakan pasar yang ada.
Karena itu, DPRD meminta Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan menyusun skala prioritas yang jelas.
"Anggaran tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, hanya meningkat Rp 100 juta,” terangnya.
Politikus PKB itu menegaskan, prioritas utama harus diberikan kepada pasar-pasar penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi.
Selain itu, pasar yang tingkat kerusakannya sudah parah dan tidak lagi layak digunakan juga harus masuk daftar prioritas.
"Jika kerusakan dibiarkan, maka potensi PAD pasar akan menyusut, oleh karena itu kami sarankan diskop umdag memprioritaskan pasar penyumbang PAD tinggi,” tegasnya.
Hotib menyebutkan, anggaran pemeliharaan tahun ini hanya dialokasikan untuk lima pasar.
Namun, hingga kini DPRD belum menerima kepastian pasar mana saja yang akan mendapatkan perbaikan tersebut.
"Anggaran pemeliharaan tidak besar dan tidak mungkin meng-cover semua pasar,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Diskop Umdag Bangkalan Agung Firmansyah mengaku belum mengetahui sebaran pasar penerima anggaran.
Dia berdalih belum mengantongi data teknis terkait lokasi dan besaran alokasi pemeliharaan.
"Mungkin bisa menghubungi Kabid langsung, saya belum tahu di mana saja yang mendapatkan anggaran pemeliharaan itu,” singkatnya.
Kepala Diskop Umdag Bangkalan Moh. Rasuli menyampaikan, ada enam pasar yang mendapat alokasi anggaran perbaikan tahun ini, yakni Pasar Sepulu, Arosbaya, Labang, Blega, Tragah, dan Pasar Lomaer.
Namun, untuk besaran anggaran masing-masing pasar, dia mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Untuk besaran anggaran pemeliharaan di masing-masing pasar, saya belum tahu,” terangnya.
Rasuli menambahkan, total anggaran perbaikan pasar tahun ini sebesar Rp 1,4 miliar, termasuk anggaran perencanaan dan pengawasan.
Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan diperkirakan sudah terealisasi sebelum pertengahan tahun.
Menurut dia, peruntukan anggaran pemeliharaan difokuskan pada tiga kegiatan, yakni perbaikan los, pemasangan paving, dan drainase.
“Realisasinya kami pastikan tidak sampai pertengahan tahun,” ujarnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti