BANGKALAN, RadarMadura.id - Sederet layanan dan infrastruktur baru yang dibangun RSUD Syamrabu mendapat perhatian dari faskes lain.
Sehingga, rumah sakit yang dipimpin Farhat Surya Ningrat itu menjadi objek studi tiru oleh beberapa rumah sakit pelat merah lainnya.
Antara lain, RSUD Ibnu Sina Gresik, RSUD H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Probolinggo. Kemudian, RSUD Dr Iskak Tulungagung, dan RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto.
Lalu, juga ada RSUD Muhammad Zein Bangka Belitung, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dan RSUD RSI Sultan Agung Semarang.
"Suatu kebanggaan bagi kami bisa berbagi pengalaman dengan rekan-rekan rumah sakit lainnya", kata Farhat.
Terdapat hal yang ingin digali oleh rumah sakit lain dari lembaga yang dipimpin.
Di antaranya berkaitan dengan pelayanan penunjang, e-katalog konstruksi, dan pembangunan main building.
Lalu, berkaitan dengan KSO, tarif pelayanan, manajemen biaya operasional, dan pemberian remunerasi yang berorientasi pada kesejahteraan pegawai.
"Kesejahteraan pegawai memang menjadi salah satu perhatian kami, karena secara tidak langsung itu akan berkaitan dengan mutu layanan", katanya. (jup)
Editor : Amin Basiri