BANGKALAN, RadarMadura.id - RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan bertransformasi menjadi rumah sakit yang progresif.
Buktinya, fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tersebut kini menjadi objek percontohan rumah sakit lainnya.
Semua itu tidak lepas dari pengembangan layanan yang dihadirkan. Serta, pemenuhan infrastruktur yang cukup pesat dalam dua tahun terakhir.
Apalagi, penambahan fasilitas kesehatan itu dilakukan saat banyak rumah sakit milik pemerintah keterbatasan anggaran.
Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Farhat Surya Ningrat memaparkan, terdapat beberapa layanan yang dihadirkan dalam dua tahun terakhir.
Di antaranya, layanan kateterisasi jantung (cathlab). Adanya terobosan itu membuat masyarakat yang membutuhkan layanan kateterisasi jantung tidak perlu lagi ke Surabaya.
Sebab, dapat dilayani secara langsung di RSUD Syamrabu Bangkalan.
Layanan ini sudah dilengkapi dengan alat kesehatan (alkes) yang canggih dan modern. Juga, tenaga kesehatan yang kompeten, ujarnya.
RSUD Syamrabu juga telah menghadirkan layanan unit transfusi darah (UTD).
Hadirnya terobosan itu patut diacungi jempol. Sebab, tidak semua rumah sakit milik pemerintah memiliki layanan tersebut.
Kini RSUD sudah bisa memfasilitasi keluarga pasien yang ingin berdonor, sambung mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan itu.
Rumah sakit pelat merah itu juga memiliki poli vaksinasi terpadu.
Sehingga, RSUD Syamrabu dapat mengeluarkan vaksin internasional.
Dengan demikian, warga Kota Salak yang ingin bepergian ke luar negeri tidak perlu kebingungan untuk mendapat sertifikat vaksin internasional.
”Baik untuk kepentingan bekerja atau berlibur, ujarnya.
Farhat menambahkan, lembaganya juga telah memiliki tempat pengolahan sampah reduce, reuse, and recycle (TPS 3R).
Itu tidak hanya menjadi solusi masalah kebersihan di lingkungan rumah sakit. Tetapi, juga mendapati penopang penambahan pendapatan.
Sebab, pengelolaan TPS 3R itu dikerjasamakan dengan pihak swasta.
Sehingga, RSUD Syamrabu dapat memperoleh pembagian laba dari pengelolaan sampah yang dilakukan pihak ketiga.
Rumah sakit terbesar di Bangkalan tersebut juga mengoperasikan berbagai sarana canggih dan modern. Salah satunya robot farmasi.
Itu disediakan untuk mengantisipasi adanya kesalahan pemberian obat terhadap pasien.
Lembaga yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu juga menambah infrastruktur untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada 2024, RSUD Syamrabu Bangkalan mengucurkan anggaran puluhan miliar untuk pembangunan gedung perawatan lima lantai.
Sedangkan pada tahun anggaran 2025, RSUD Syamrabu kembali membangun dua gedung dengan tinggi sama-sama lima lantai.
Yakni, gedung perawatan dan gedung parkir kendaraan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan untuk merespons tingginya jumlah pasien.
”Dengan bertambahnya layanan, maka kebutuhan ruangan semakin banyak. Kebutuhan ruangan rawat inapnya bertambah, tutur pria berkacamata itu.
Penambahan infrastruktur kesehatan itu diimbangi dengan kepatuhan administrasi.
Misalnya, berkaitan dengan perizinan di bidang lingkungan yang terus di-update sesuai perkembangan rumah sakit.
Ada beberapa hal yang menjadi keberhasilan RSUD Syamrabu terus berkembang bahkan mampu membangun gedung puluhan miliar di saat banyak rumah sakit keterbatasan anggaran.
Caranya dengan melakukan penghematan pembelanjaan.
RSUD melakukan kerja sama operasi (KSO) dengan pihak swasta dalam berbagai penyediaan fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut tidak hanya efisien secara keuangan, tetapi RSUD Syamrabu tidak perlu disibukkan dengan masalah pemeliharaan.
Ada beberapa alkes yang penyediaannya dilakukan secara KSO. Antara lain, X-ray, CT scan, robot farmasi, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL), katanya. (jup)
Editor : Amin Basiri