BANGKALAN, RadarMadura.id – Keselamatan siswa kembali dipertaruhkan. Plafon ruang kelas SDN Kramat 1 Bangkalan ambruk saat proses belajar mengajar berlangsung, Rabu (28/1) sekitar pukul 09.00.
Puluhan siswa panik dan berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Runtuhnya plafon terjadi secara bertahap. Awalnya hanya sebagian plafon yang jatuh ketika pembelajaran sedang berlangsung.
Namun, beberapa menit kemudian, runtuhan susulan terjadi hingga menyebabkan seluruh plafon ruang kelas ambruk total dan tidak lagi dapat digunakan.
”Sekitar sepuluh menit kemudian menyusul runtuhan lagi. Suaranya cukup keras dan mengerikan, kami semua terkejut,” ungkap Kepala SDN Kramat 1 Bangkalan Sri Handayani.
Dia menjelaskan, insiden tersebut membuat siswa di kelas lain ketakutan karena khawatir kejadian serupa terjadi di ruang kelas mereka.
Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Salak sejak Selasa (27/1) diduga menjadi salah satu penyebab utama plafon runtuh.
Kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dan lembap memperparah keadaan.
”Kemarin (27/1) hujan dari pagi sampai sore. Kemungkinan itu salah satu penyebabnya,” sambungnya.
Pasca kejadian, kegiatan belajar mengajar terpaksa dialihkan ke musala sekolah karena ruang kelas tidak memungkinkan lagi digunakan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi demi keselamatan siswa.
”Beruntung siswa kelas I hanya 11 orang, sehingga masih bisa menggunakan musala untuk kegiatan pembelajaran sementara,” katanya.
Pihak sekolah telah melaporkan insiden tersebut ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan untuk segera ditindaklanjuti.
Sri menyebut, ruang kelas tersebut sudah sekitar 10–15 tahun belum pernah mendapatkan perbaikan. Dia khawatir kerusakan bisa merembet ke ruang kelas lainnya.
”Kami khawatir kerusakan ini merembet ke kelas lain karena bangunannya sudah lama. Harapan kami, seluruh plafon bisa segera direhabilitasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto belum dapat memberikan keterangan secara terperinci.
Dia mengaku masih mengikuti kegiatan di Jakarta dan belum sempat meninjau langsung lokasi kejadian.
”Saya masih di Jakarta, belum mengetahui kondisi di lapangan. Biasanya saya yang langsung turun jika ada insiden,” katanya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti