BANGKALAN, RadarMadura.id – Industri hasil tembakau (IHT) yang sudah beroperasi di Kabupaten Bangkalan ada lima.
Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan menyebut jika pabrik rokok tersebut menyerap ratusan tenaga kerja.
Kepala Disperinaker Bangkalan Jimmi Tria Sukmana menyampaikan, kehadiran IHT berdampak terhadap serapan tenaga kerja di Kota Salak.
Instansinya juga memfasilitasi kebutuhan pabrik. Misalnya, melatih pelinting rokok yang bekerja di pabrik.
”Misalnya pabrik membutuhkan pelinting rokok, kami bantu dan kami yang membiayai pelatihannya,” terangnya.
Jimmi menyampaikan, tenaga kerja yang direkrut IHT biasanya tenaga kerja di sekitar pabrik. Mereka juga diikutkan pelatihan.
Di samping itu, disperinaker menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk membantu percepatan penurunan pengangguran di Bangkalan.
”Kami juga mendatangkan instruktur ahli pelinting rokok dari Pamekasan untuk melatih calon pekerja di pabrik rokok yang ada,” ujarnya.
Namun, dia mengaku belum mengetahui jumlah detail tenaga kerja yang terserap di IHT.
Secara umum, ada sekitar 120 orang yang sudah mengikuti pelatihan linting rokok.
Total ada empat pelatihan yang sudah terlaksana. Setiap pelatihan diikuti 30 orang.
”Itu bagian dari peningkatan penyerapan tenaga kerja dalam negeri dan terbukti di 2025 lalu meningkat drastis,” urainya.
Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mendukung disperindag agar aktif memberikan pelatihan kerja secara berkala melalui balai latihan kerja (BLK).
Dia juga meminta agar dinas bekerja sama dengan industri agar menyediakan calon pekerja yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan setiap perusahaan.
”Nanti akan kami agendakan hearing dengan disperinaker dan juga industri yang ada agar lebih banyak menyerap tenaga kerja,” ucapnya. (za/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti