BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Bangkalan masih sedikit. Dari 281 desa di Bangkalan, baru ada 85 desa yang menggarap kantor KMP.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Moh. Rasuli mengatakan, persiapan operasional KMP kian matang.
Pembangunan gedung KMP terus berjalan. Rekrutmen anggota koperasi juga sudah mulai dilakukan di semua desa.
”Pengurus dan pengawas yang kami bina tempo hari sudah mulai merekrut anggota koperasi,” katanya.
Rasuli menuturkan, proses pendaftaran menjadi anggota masih dilakukan secara offline. ”Daftar di kantor desa/kelurahan. Nanti yang memfasilitasi pengurus KMP,” imbuhnya.
Dia tidak menampik jika ada beberapa KMP yang mengalami perubahan pengurus ataupun pengawas.
Problem lain yang belum terselesaikan yakni ketersediaan lahan di masing-masing desa/kelurahan.
”Tidak semuanya tapi rata-rata ketersediaan lahan menjadi kendala dalam proyek pembangunan KMP,” katanya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi menilai keberadaan KMP menjadi persoalan baru bagi pemerintah desa.
Sebab, tidak semua desa memiliki tanah percaton. Kalaupun ada, lokasinya tidak strategis.
”Sehingga tidak bisa dipilih sebagai lokasi pembangunan gedung KMP,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti