BANGKALAN, RadarMadura.id – Siswa SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga Selasa (13/1).
Sebab, tiga ruangan di lembaga itu ambruk. Perinciannya, dua ruang kelas dan satu ruang guru.
Kepala SDN Tlagah 2 Galis Fatmawati menyatakan, plafon gedung pendidikan di lembaga yang dipimpin ambruk usai diterpa hujan deras dan angin kencang, Senin (12/1).
Sehari setelahnya, giliran gedung sekolahnya roboh.
Dengan demikian, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa harus dialihkan ke rumah warga sekitar. Tujuannya, untuk mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan.
”Tiga ruangan itu sudah ditempati, sebagian siswa mengungsi ke rumah warga sekitar sekolah,” paparnya.
Saat ini hanya ada tiga ruang kelas di SDN Tlagah 2 tetap difungsikan untuk menyelenggarakan KBM.
Yakni, ruang kelas I, II, dan III. ”Total ada 248 siswa SDN Tlagah 2, separonya mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar sekolah,” paparnya.
Pihak sekolah sudah melaporkan ambruknya sarpras itu ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan.
Salah satu pemicu ambruknya gedung sekolah yang dipimpin adalah karena faktor usia. Sebab, dibangun sekitar tahun 80-an.
”Sudah kami laporkan dan sudah ada perwakilan dispendik yang ke sekolah kami. Mereka meminta ruang sekolah yang ambruk digembok agar tidak ada siswa yang masuk,” katanya.
Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto mengaku akan mengajukan bantuan rehabilitasi enam ruang kelas SDN Tlagah 2 ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Selama proses usulan berlangsung, sebagian siswa akan mengikuti KBM di rumah-rumah warga.
”Gedung madrasah yang masuk siang juga bisa kami manfaatkan untuk ditempati pagi harinya,” katanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti