Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Korban Pencabulan Oknum Lora Diduga Diculik, Pihak Keluarga Curiga Ada Keterlibatan Terlapor S

Hera Marylia Damayanti • Senin, 12 Januari 2026 | 07:16 WIB
BERI PENDAMPINGAN: Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Bangkalan Mutmainnah mendatangi Polda Jatim pada Desember 2025. (MUTMAINNA UNTUK JPRM)
BERI PENDAMPINGAN: Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Bangkalan Mutmainnah mendatangi Polda Jatim pada Desember 2025. (MUTMAINNA UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kasus pencabulan yang menyeret oknum lora berinisial S semakin pelik.

Pasalnya, korban pencabulan berinisial N diduga diculik. Pihak keluarga curiga ada keterlibatan terlapor S asal Kecamatan Galis, Bangkalan.

Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Mutmainnah menceritakan, korban berinisial N diketahui hilang pada Rabu (7/1) dini hari sekitar pukul 01.10.

Korban hanya meninggalkan handphone di kamar saat orang tuanya mengecek keberadaan korban.

”Ibu korban kaget setelah melihat anaknya tidak ada di kamarnya,” ucapnya.

Pihak keluarga sempat melakukan pengejaran ke Kecamatan Blega hingga akses Jembatan Suramadu, namun tidak membuahkan hasil.

Mereka curiga korban diculik. Menurutnya, hilangnya korban ada kaitan dengan kedatangan dua santriwati ke rumah korban dua hari sebelumnya kejadian.

”Dua hari sebelumnya, ada dua santriwati datang ke rumah korban. Keluarga korban menduga dua santriwati itu membawa pesan dari seseorang,” tuturnya.

Mutmainnah mengungkapkan, pihak keluarga mencari keberadaan dua santriwati tersebut.

Keduanya mengaku diutus terlapor S untuk menyampaikan pesan kepada korban karena tidak bisa dihubungi.

Karena itu, keluarga korban melapor ke Polres Bangkalan.

”Karena keluarga tidak menemukan keberadaan korban, akhirnya kami melapor ke Polres Bangkalan,” ungkapnya.

Dia memaparkan, terlapor S sempat mengirim pesan melalui direct message (DM) Instagram kepada korban.

Dia membujuk korban dan diiming-imingi untuk dinikahi.

Hal itu menguatkan kecurigaan Mutmainnah bahwa hilangnya korban ada kaitan dengan terlapor. 

”Kami berharap polres segera menemukan korban dan segera dikembalikan kepada orang tuanya,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan penasihat hukum korban, Ali Maulidi.

Jika mengamati kronologi kedatangan dua santriwati, dia menduga korban saat ini tengah bersama terlapor S.

Apalagi sebelumnya yang bersangkutan sempat menghubungi korban.

”Saya belum bisa memastikan korban diculik atau dibawa kabur. Tapi, saya menduga klien kami ini lagi bersama terlapor S,” ucapnya.

Terpisah, Tokoh Bangkalan Mathur Husairi menilai jika penyidik Polda Jatim lamban dalam menangani kasus pencabulan tersebut.

Sebab, laporan dan hasil visum sudah selesai dilakukan. Namun, penyidik belum memanggil terlapor S.

Pihaknya berencana akan melakukan aksi unjuk rasa ke Polres Bangkalan.

Yakni, jika korban tidak dikembalikan kepada keluarganya hingga Rabu (14/1).

”Jika Rabu korban belum dikembalikan, kami akan demo ke polres dan Polda Jatim,” tegasnya.

Pihaknya mendesak aparat kepolisian agar melakukan langkah-langkah taktis untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

Menurutnya, penculikan korban terjadi karena penanganan perkara di Polda Jatim lamban. 

”Ada upaya untuk menghalang-halangi penegakan hukum. Kami sudah menyiapkan massa untuk aksi unjuk rasa,” tandasnya. (za/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#dibawa kabur #Lamban #kasus pencabulan #polres bangkalan #hilang #oknum lora #Penegakan Hukum #korban pencabulan #diculik #pengungkapan kasus #polda jatim #terlapor S