Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Inovatif, Mahasiswa KKN 05 UTM Sulap Limbah Sekam Padi dan Minyak Jelantah Jadi Barang Bernilai Ekonomis di Desa Ko’ol

Hendriyanto • Minggu, 11 Januari 2026 | 20:10 WIB

MISI SUKSES: Mahasiswa dan warga sedang menunjukkan lilin aroma terapi  dengan bahan minyak jelantah.
MISI SUKSES: Mahasiswa dan warga sedang menunjukkan lilin aroma terapi dengan bahan minyak jelantah.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 05 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2025/2026 sukses menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang inovatif di Desa Ko’ol, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Pada Jumat (09/01/2026).

Mahasiswa mengajak warga setempat untuk mengolah limbah rumah tangga dan pertanian menjadi produk bernilai ekonomis. Yakni briket dari sekam padi dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Ko’ol Melalui Pengelolaan Limbah Pertanian dan Rumah Tangga Menuju Desa Mandiri Sejahtera” ini berfokus pada dua pelatihan utama: pembuatan briket dari sekam padi dan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak goreng bekas atau jelantah.

Program ini dihadiri ibu-ibu PKK hingga pemuda desa. Program pelatihan ini berinisiatif sebagai solusi atas melimpahnya limbah sekam padi pasca panen dan kekhawatiran akan pembuangan minyak goreng bekas yang berpotensi mencemari lingkungan.

Ubah Limbah Pertanian Menjadi Bahan Bakar Alternatif

Dalam sesi pertama, warga diajarkan cara mengolah sekam padi yang biasanya hanya dibuang atau dibakar sia-sia. Mahasiswa mendemonstrasikan proses karbonisasi sekam padi hingga menjadi briket yang padat dan tahan lama. Melalui sentuhan inovasi mahasiswa KKN 05 UTM, limbah tersebut kini dapat bernilai jual tinggi.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa mendemonstrasikan teknik pembuatan briket yang efisien. Dengan mencampur arang sekam dan perekat alami dari tepung kanji, warga kini mampu menciptakan bahan bakar alternatif yang memiliki kalori panas tinggi dan minim asap.

Baca Juga: UTM dan KBRI Kuala Lumpur Jalin Kerjasama Program KKN Internasional

“Kami melihat potensi besar di Desa Ko’ol. Dengan mengolah sekam padi menjadi briket, warga tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga dapat membuat bahan bakar alternatif yang dapat dijadikan sebagai usaha dan memiliki nilai jual tinggi” ujar Agung penanggung jawab acara.

Minyak Jelantah Jadi Lilin Estetik

Tak hanya briket, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah juga menarik perhatian kaum ibu di desa tersebut. Minyak jelantah yang telah dijernihkan kemudian dicampur dengan bahan pengeras dan pewangi esensial untuk menciptakan lilin yang harum dan estetik.

“Tidak jarang ibu-ibu bingung dengan minyak goreng bekas untuk diapakan, jadi kami berinisiatif memberikan pelatihan pengelolaan limbah minyak menjadi lilin aromaterapi yang dapat memiliki nilai ekonomis, sekaligus melestarikan lingkungan,” ungkap Vadia, panitia pelatihan.

Dukungan Pemerintah Desa

Pihak Pemerintah Desa Ko’ol menyambut positif inisiatif ini. Pelatihan ini dinilai sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat kelompok 05 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) periode 2025/2026 ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Ko’ol dapat melanjutkan produksi secara mandiri, baik untuk konsumsi pribadi maupun dikembangkan menjadi unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#bangkalan #utm #kkn #lilin aroma terapi #universitas trunojoyo madura #briket