Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Seribu Orang Iringi Pengantaran Tongkat dan Tasbih, Masyarakat Antusias Ikuti Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU

Hera Marylia Damayanti • Senin, 5 Januari 2026 | 05:50 WIB
ANTUSIAS: Ratusan masyarakat hadir dalam Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Minggu (4/1). (MUZAKKI UNTUK JPRM)
ANTUSIAS: Ratusan masyarakat hadir dalam Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Minggu (4/1). (MUZAKKI UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur memadati area Pesarean Martajasah Bangkalan sejak Sabtu (3/1).

Kedatangan mereka bermaksud mengikuti kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU).

Masyarakat datang secara mandiri dan rombongan ke Martajasah, Bangkalan, sejak Sabtu (3/1).

Mereka melakukan check-in peserta mulai pukul 14.00–20.00. kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan ratib Syaikhona Muhammad Kholil.

Pada Minggu (4/1), peserta napak tilas bergeser ke Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil.

Pengasuh Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil KH Fahruddin Aschal menyerahkan tasbih dan tongkat kepada Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo KH Ach. Azaim Ibrahimy.

Napak tilas ini mengisahkan KH As'ad Syamsul Arifin yang diperintah Syaikhona Muhammad Kholil untuk mengantarkan tongkat dan tasbih kepada KH Hasyim Asy'ari.

Dua benda itu menjadi simbol penting lahirnya Jam'iyah NU.

Ribuan rombongan berjalan kaki ke Pelabuhan Kamal untuk menyeberang menuju Pelabuhan Perak.

Sekitar pukul 13.00–14.00 rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pasarean Sunan Ampel untuk menunaikan salat dan tahlil bersama. 

Setelah itu, peserta napak tilas melanjutkan perjalan ke Stasiun Gubeng dengan tujuan Stasiun Jombang.

Lalu, melanjutkan jalan kaki ke Ponpes Tebuireng Jombang.

Para peserta melaksanakan tahlil dan doa bersama di maqbarah KH Hasyim Asyari dan dilanjutkan dengan penyerahan tongkat dan tasbih yang dibawa dari Bangkalan.

BERHARAP BERKAH: Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf didampingi KH Imam Buchori menghadiri Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Minggu (4/1).
BERHARAP BERKAH: Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf didampingi KH Imam Buchori menghadiri Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Minggu (4/1).

Cicit Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan KH Imam Buchori menyampaikan, peserta Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU itu dibatasi seribu orang.

Mereka mengiringi KH Azaim berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal.

Kemudian, mereka menyeberang menggunakan kapal nelayan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

”Para peserta dibatasi hanya seribu orang yang mengikuti KH Azaim berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal,” ujarnya.

Kiai Imam memaparkan, dalam perjalanan menuju Kamal, para peserta melantunkan kalimat ya jabbar ya qahhar sebagaimana dibaca KH As’ad Syamsul Arifin dalam perjalanan saat diperintah mengantarkan tongkat dan tasbih oleh Syaikhona Muhammad Kholil.

”Setelah dari Ampel, para rombongan melanjutkan perjalanan ke Kantor PCNU Bubutan Surabaya sebagai kantor pertama NU zaman itu,” paparnya.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan, Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU ini menjadi momentum untuk mendapatkan berkah dari peristiwa sakral.

Menurutnya, bagi warga NU, kegiatan ini sebagai pengingat tentang roh jam'iyah Nahdlatul Ulama.

”Ini menjadi momentum untuk mengingat tentang roh NU yang harus kita jaga selamanya,” tuturnya. 

Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu menambahkan, napak tilas pendirian NU diharapkan menjadikan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan terbesar di Indonesia itu semakin solid dan kuat.

”Semoga napak tilas ini menjadi kekuatan untuk kita semua, khususnya jam'iyah NU,” tukasnya. (za/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#napak tilas isyaroh pendirian NU #sakral #berkah #seribu orang #tongkat dan tasbih #berjalan kaki #napak tilas