BANGKALAN, RadarMadura.id – Fakultas Hukum UTM resmi mendirikan Program Studi Doktor Ilmu Hukum yang di-launching bulan ini.
Kehadiran program tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi sejumlah tokoh masyarakat Madura dan telah diinisiasi sejak 2019.
Dekan FH UTM Dr. Erma Rusdiana menjelaskan, usulan pendirian program doktor pada awalnya belum dapat diterima karena terkendala persyaratan jumlah guru besar. Saat itu, FH UTM baru memiliki satu guru besar.
Usulan kembali diajukan setelah jumlah guru besar bertambah pada akhir 2023, hingga akhirnya surat keputusan (SK) pendirian program studi doktor terbit pada tahun ini.
"Prosesnya cukup panjang. Pada usulan pertama kami belum memenuhi syarat karena hanya memiliki satu guru besar,” ujarnya.
FH UTM dijadwalkan mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru program studi doktor pada semester genap 2026. Selain itu, fakultas berencana menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai dosen tamu untuk memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya yang memiliki pengalaman praktis.
"Dosen tamu yang akan kami undang memiliki kompetensi nasional bahkan internasional, seperti Prof. Mahfud MD, Prof. Topo Santoso, serta beberapa guru besar lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FH UTM Helmy Boemiya menyampaikan, pendaftaran program etudi S-3 direncanakan dibuka pada 22 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026.
Setelah pendaftaran, akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan pengumuman hasil seleksi. Pihaknya menargetkan perkuliahan program doktor dapat segera dimulai pada semester genap mendatang.
"Artinya, pada semester genap nanti proses perkuliahan program studi S-3 sudah bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Helmy memastikan, proses perkuliahan program doktor akan berlangsung berkualitas dan berkaliber nasional.
Selain diampu oleh profesor dan doktor di lingkungan FH UTM, perkuliahan juga akan diperkuat dengan kehadiran dosen tamu berskala nasional. Termasuk rencana penyelenggaraan seminar khusus program S-3 dan S-2.
"Proses perkuliahan ditempuh selama tiga tahun atau enam semester, dengan catatan berjalan lancar dan normal,” sambungnya.
Selain membuka program doktor, FH UTM pada tahun ini juga menginisiasi program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
Program tersebut digagas atas dorongan Rektor UTM Prof. Safi' untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang telah bekerja, namun memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Kami menangkap peluang yang ditawarkan Direktorat Pendidikan Tinggi melalui program ini,” tambahnya.
Rencananya, RPL untuk Program S-1 akan mulai diterapkan pada semester gasal 2026. Program ini dinilai memudahkan para pekerja karena masa studi hanya ditempuh selama satu tahun atau dua semester.
Sementara itu, RPL untuk program magister direncanakan mulai diterapkan pada semester genap tahun depan.
"Program RPL ini memiliki banyak keunggulan, terutama bagi para pekerja yang ingin melanjutkan kuliah,” pungkasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti