BANGKALAN, RadarMadura.id – Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus berikhtiar meningkatkan mutu pendidikan sesuai tagline Tepercaya, Berbudaya, Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif (Terbaik).
Fakultas tertua di lingkungan UTM tersebut pada tahun ini juga meluncurkan Program Doktor Ilmu Hukum.
Akreditasi menjadi salah satu indikator mutu pendidikan. Awal tahun depan, FH UTM akan membentuk tim untuk persiapan reakreditasi Program Studi S-1 dengan target kembali meraih status unggul.
Sesuai ketentuan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, proses akreditasi harus melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
Dekan FH UTM Dr. Erma Rusdiana menyampaikan, pada tahun ini FH UTM berhasil meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Di sisi lain, pihaknya juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghadapi proses reakreditasi unggul.
"Tahun ini kami membentuk tim reakreditasi unggul. Semoga tahun depan bisa tercapai,” ujarnya.
Sebelumnya, capaian akreditasi FIBAA dapat dikonversi menjadi akreditasi unggul.
Namun, pasca keberhasilan meraih akreditasi internasional tersebut, terjadi perubahan regulasi sehingga konversi tidak dapat dilakukan.
Oleh karena itu, FH UTM berencana mengajukan reakreditasi program studi S-1 pada tahun depan.
"Harapannya, pada 2026 mendatang kami bisa kembali meraih akreditasi unggul,” imbuhnya.
Selain capaian akreditasi, FH UTM juga berkomitmen meningkatkan prestasi akademik mahasiswa.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa FH UTM yang menorehkan prestasi dalam berbagai kejuaraan tingkat nasional. Bahkan, sejumlah mahasiswa berhasil meraih juara pada ajang internasional.
"Mahasiswa kami mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama di Indonesia, bahkan hingga tingkat internasional,” paparnya.
Karena itu, institusi terus memberikan ruang dan dukungan agar mahasiswa dapat mengasah kemampuan dan berkompetisi. Upaya tersebut juga didukung peningkatan kompetensi dosen di lingkungan FH UTM.
Erma memastikan hampir seluruh dosen telah memiliki sertifikasi kompetensi di berbagai bidang, seperti contract drafting, legislative drafting, dan lainnya.
"Sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme dosen terus kami dorong. Universitas juga memfasilitasi melalui penelitian mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FH UTM Helmy Boemiya menyampaikan, peringatan dies natalis ke-44 tahun ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan.
Di antaranya kuliah umum yang menghadirkan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Sunarto. Selain itu, juga digelar sejumlah lomba serta focus group discussion (FGD).
"Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, kami juga rutin menggelar selawatan sebagai bentuk penguatan spiritual,” pungkasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti