BANGKALAN, RadarMadura.id – Potensi investasi di Kabupaten Bangkalan tidak hanya di darat, tapi juga di laut. Salah satunya industri kemaritiman dan kelautan yang tumbuh subur di Kota Salak.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, saat ini terdapat sembilan perusahaan di bidang kemaritiman yang beroperasi di Kabupaten Bangkalan. Lokasinya berada di pesisir Kecamatan Kamal dan Bangkalan.
Banyaknya perusahaan galangan kapal yang beroperasi di Bangkalan menjadikan Kota Salak sebagai pemain penting dalam industri kemaritiman di tanah air. Bahkan, menjadi daerah dengan jumlah perusahaan kemaritiman terbanyak.
”Realisasi investasi di sektor maritim dan kelautan di triwulan ketiga 2025 sudah mencapai Rp 211,4 miliar,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Jemmi Tri Sukmana menyatakan, enam dari sembilan perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman saat ini telah beroperasi. Yakni, PT Ben Santosa dan PT Bintang Timur Samudra. Kedua perusahaan itu beroperasi di wilayah Kecamatan Kamal.
Sedangkan empat perusahaan lainnya beroperasi di wilayah Kecamatan Kota Bangkalan. Yakni, Galangan Kapal Madura, PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia, PT Galangan Samudera Madura, dan Triwarako Utama.
Kemudian, masih terdapat satu perusahaan lain yang diproyeksikan beroperasi tahun depan. Yakni, PT Aatikah Lubnaa. Lokasinya juga berada di wilayah pesisir Kacamatan Kota Bangkalan
Industri kemaritiman di Bangkalan sangat menjanjikan. Bahkan, menjadi peluang baru dalam perekrutan tenaga kerja lokal. Sebab, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di insdustri kemaritiman tidak sedikit.
Saat ini pemerintah terus berupaya menyiapkan SDM sesuai kebutuhan perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman. Salah satunya melalui program latihan kerja.
”Bahkan, instruktur pelatihan kerja dari perusahaan galangan kapal. Karena mereka yang tahu kebutuhan SDM yang diinginkan,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti