Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kecelakaan, Kepala SDN Tlokoh 1 Terjun ke Sungai

Amin Basiri • Jumat, 28 November 2025 | 15:00 WIB
DARURAT: Korban Rita Sugiharto saat dibawa ke rumah sakit usai mengalami kecelakaan di Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, pada Rabu (27/11).
DARURAT: Korban Rita Sugiharto saat dibawa ke rumah sakit usai mengalami kecelakaan di Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, pada Rabu (27/11).

BANGKALAN, RadarMadura.id - Kepala SDN Tlokoh 1 Kecamatan Kokop, Rita Sugiharto, mengalami kecelakaan saat hendak menghadiri rapat di SDN Toksih 2 kemarin sekitar pukul 10.00.

Rita Sugiharto dan rekannya Bernama Yuda Indramana dikabarkan terjun ke sungai saat melintasi jembatan yang tidak dilengkapi pagar.

Keduanya lalu dievakuasi ke puskesmas terdekat dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

KH. Abd. Latif Adzim, tokoh masyarakat setempat, mengatakan, jembatan utama menuju Pondok Pesantren Najmul Ulum Al-Mursyidi dan SDN Tlokoh 2 itu merupakan jembatan penghubung yang sering digunakan.

Setiap musim penghujan, tidak bisa dilewati karena air sungai meluap. "Kami harus menunggu 2-3 jam sampai air kembali surut," katanya.

Menurut dia, setiap musim kemarau, warga bergotong royong membersihkan dasar sungai.

Misalnya memotong kayu yang tersangkut hingga membersihkan sampah agar arus air kembali lancar.

"Itu biasa dilakukan masyarakat. Setiap musim kemarau selalu bersih-bersih karena sampahnya banyak," paparnya.

Dijelaskan, warga setempat khawatir saat melintas di jembatan tersebut. Sebab, tidak memiliki pagar pembatas.

"Kondisi itu tentunya sangat berbahaya dan beresiko. Terutama bagi pelajar dan para santri yang setiap hari lewat jembatan tersebut. Semoga mendapat perhatian dari Pemkab Bangkalan. Jangan menunggu korban lagi," katanya.

Ditambahkan, akses menuju jembatan dari sisi utara juga memperihatinkan.

Sebab, jalannya menurun dan curam. Sementara dari arah berlawanan kondisinya jauh lebih parah.

Karena itu, pengguna jalan harus hati-hati. "Jalannya sempit dan kendaraan tidak bisa berpapasan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan, Rizal Mardiansyah, belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Dia beralasan saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura masih sedang mengikuti rapat. "Saya masih rapat," paparnya. (za/yan)

Editor : Amin Basiri