BANGKALAN, RadarMadura.id - Hampir setiap pekan gerombolan anak dan remaja dari Surabaya ke Madura.
Mereka rela menaiki truk atau pikap dari Kota Pahlawan demi bisa berenang di sungai jernih di wilayah Burneh. Pemandangan itu disaksikan Jumat (14/11).
Padahal sungai itu sudah lama ditutup oleh warga setempat agar tidak digunakan untuk berenang.
Tapi, gerombolan anak dan remaja ini masih sering mengunjungi sungai tersebut.
Aksi mereka menyetop truk atau pikap yang tengah melaju kencang sangat membahayakan.
Meski belum ada laporan kecelakaan karena tindakan berbahaya itu, keberadaan anak-anak itu meresahkan warga sekitar juga pengguna jalan. (*)
Editor : Amin Basiri