Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BEM UTM dan Kamura Rumuskan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura

Hendriyanto • Selasa, 18 November 2025 | 01:15 WIB

PUKUL GONG: Civitas akademika UTM mengikuti FGD kawasan ekonomi khusus (KEK) Madura, di Aula Syaikhona Muhammad Kholil lantai 10 gedung Graha Utama UTM Bangkalan, Senin (17/11).
PUKUL GONG: Civitas akademika UTM mengikuti FGD kawasan ekonomi khusus (KEK) Madura, di Aula Syaikhona Muhammad Kholil lantai 10 gedung Graha Utama UTM Bangkalan, Senin (17/11).

BANGKALAN, RadarMadura.id — BEM KM Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama Komunitas Muda Madura (Kamura) menggelar seminar dan FGD bertema “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Potensi Industri Hasil Tembakau”. Kegiatan itu berlangsung di aula Syaikhona Muhammad Kholil lantai 10 Gedung Graha Utama UTM Senin (17/11).

Forum akademik dan kebijakan publik tersebut bertujuan merumuskan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura. Penguatan posisi Madura dalam peta ekonomi regional dan nasional menjadi fokus utama penyusunan dokumen tersebut.

Rektor UTM Prof. Safi’ mengapresiasi kolaborasi BEM KM UTM dan Kamura yang menghadirkan forum diskusi bernilai strategis bagi pengembangan Madura. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan ekonomi tembakau.

Safi’ menegaskan bahwa kepercayaan Kamura dan BEM UTM kepada UTM sebagai tuan rumah merupakan kehormatan besar. Ia menyebut forum tersebut sebagai upaya serius mengurai persoalan Madura yang belum terselesaikan.

Baca Juga: UTM Launching Prodi Teknologi Pangan, Wujud Nyata Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

“Acara ini adalah gagasan luar biasa untuk memastikan Madura tidak terlupakan. Kita harus bekerja keras mengubah citra Madura bukan hanya dengan narasi, tetapi dengan aksi nyata,” ujarnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum UTM itu menyoroti kualitas tembakau Madura yang sudah terkenal secara nasional. Ia menilai pengembangan KEK harus mengarah pada tumbuhnya industri besar yang mampu menguatkan UMKM.

“Saya ingin seluruh rantai nilai tembakau dan produk berbasis potensi lokal Madura, baik hulu maupun hilir berada di Madura. Dengan begitu manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” sambungnya.

Ketua Bakorwil IV Pamekasan Dra. Sufi Agustini juga mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Ia menilai kegiatan itu sebagai langkah strategis meningkatkan daya tarik investasi di Madura.

Baca Juga: Teken MoU dengan Komisi Nasional Disabilitas, UTM Siap Menjadi Kampus Inklusi

Dalam paparannya, Sufi menjelaskan kondisi ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III yang tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat 5,22 persen dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen.

Ia memaparkan bahwa ekonomi Jawa Timur masih didominasi tiga sektor utama. Industri pengolahan menyumbang 31,16 persen, disusul perdagangan 18,31 persen, dan pertanian 11,98 persen.

Sementara itu, struktur ekonomi Madura didominasi sektor pertanian dengan kontribusi 30,4 persen. Perdagangan berada di angka 17,4 persen dan sektor pertambangan mencatat kontribusi 13,48 persen.

Fondasi ekonomi itu menegaskan peran strategis Madura dalam ketahanan pangan dan pengembangan pertanian Jawa Timur. Potensi tembakau menjadi salah satu komoditas unggulan yang layak dikembangkan.

”Kawasan khusus tembakau adalah peluang besar bagi Madura untuk mengoptimalkan potensi lokal. Dengan dukungan kebijakan, infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor, KEK Tembakau mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Madura,” ucapnya.

Baca Juga: Eksplorasi Tembakau Madura (18): KEK Jadi Harapan Petani Bangkitkan Kejayaan Tembakau

Ia menegaskan bahwa KEK Tembakau selaras dengan arah pembangunan Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya. Program tersebut menekankan pemerataan pembangunan, penguatan potensi wilayah, dan industri berbasis keunggulan lokal.

Anggota DPR RI Slamet Ariyadi turut menegaskan komitmennya memperjuangkan Madura di tingkat nasional. Ia menyampaikan bahwa perjuangannya mencakup tembakau, garam, peternakan sapi Madura, dan berbagai sumber daya strategis lainnya.

“Saya konsisten memperjuangkan petani tembakau dan potensi Madura lainnya. Saya bangga Kamura dan BEM UTM mampu menggerakkan akademisi dan mahasiswa untuk merumuskan gagasan besar seperti KEK Tembakau,” paparnya. (za/dry)

Editor : Hendriyanto
#tembakau #bangkalan #utm #kawasan ekonomi khusus #madura #kek