BANGKALAN, RadarMadura.id – Bantuan modal dari himpunan bank milik negara (Himbara) yang akan disalurkan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak berbentuk uang. Tetapi, berupa barang sesuai kebutuhan di masing-masing gerai.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Moh. Rasuli menyatakan, mekanisme pengajuan modal ke Himbara sudah diatur dalam sistem informasi manajemen koperasi desa (Simkopdes). Di situ disebutkan modal usaha yang diberikan kepada KDKMP berupa barang.
Kebutuhan barang-barang di setiap gerai nantinya akan difasilitasi oleh pihak bank. Misalnya, gerai membutuhkan LPG atau pupuk. Sehingga, bisa langsung diajukan. Pihak bank akan memfasilitasi penyediaan barang tersebut.
Selain itu, tempat pembelian ditentukan oleh masing-masing kopdes, bisa saja bekerja sama dengan perusahaan pelat merah seperti PT Pupuk Indonesia ataupun PT Pertamina.
”Untuk tempat pembelian, pihak kopdes yang menentukan, nanti tinggal diajukan ke bank Himbara,” paparnya.
Kehadiran KDKMP diharapkan menjadi agen dari toko sekitar. Tujuannya, agar setiap toko yang sudah ada tetap survive. Kopdes bukan kompetitor tempat usaha yang sudah ada. Dia berharap bisa bekerja sama dengan tempat usaha di masing-masing desa.
”Gerai KDKMP ini harus bekerja sama dengan toko yang sudah ada, sebagai penyedia barang ataupun agen,” sambungnya.
Pinjaman modal dalam bentuk barang jauh lebih efektif dibanding pinjaman dalam bentuk uang. Sehingga, setelah gerai rampung dibangun, pihak pengelola kopdes tinggal menunggu penyediaan barang dari pihak bank.
”Yang saya tahu, modal Himbara ini berbentuk barang sesuai kebutuhan koperasi,” katanya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi menyampaikan, kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan tidak menjadi pesaing toko atau tempat usaha yang sudah ada di desa. Meskipun, sejauh ini dirinya masih pesimistis program tersebut bisa terealisasi dengan baik. Apalagi, sampai saat ini belum ada satu pun koperasi yang beroperasi.
”Saya khawatir Kopdes Merah Putih ini justru menyaingi usaha yang sudah ada,” katanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti