BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar seminar nasional dan launching program studi (prodi) teknologi pangan Kamis (13/11). Kegiatan yang berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil UTM itu mengusung tema Teknologi Pangan Menuju Generasi Cerdas dengan Food Wisdom dan Food Intelligence.
Forum akademik yang diikuti puluhan civitas academica UTM itu menghadirkan empat narasumber beken. Yakni, Prof Annis Catur Adi dari Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia.
Lalu, Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) RI Dr Ir Tigor Pangaribuan. Serta, dua akademikus dari internal UTM, yaitu Prof Umi Purwandi dan Dr Moh. Fuad Fauzul Mu’tamar.
Rektor UTM Prof Safi’ mengutarakan, prodi teknologi pangan dihadirkan sebagai bukti nyata untuk mendukung dan mengawal Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Yakni, mewujudkan kedaulatan pangan di tanah air dengan meningkatkan produktivitas pertanian.
”Di samping produktivitas hasil pertanian, tentu perlu disokong sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian dan kecakapan dalam pengelolaan pangan,” ujarnya.
Teknologi pangan akan banyak digunakan pascapanen. Sehingga, hasil pertanian bisa diolah melalui sains dan teknologi yang akan disiapkan di prodi baru tersebut. Dengan begitu, bisa menjadi produk siap konsumsi dengan kualitas gizi yang sempurna.
Penerimaan siswa baru prodi teknologi pangan untuk tahun akademik 2026/2027 diprediksi melalui jalur seleksi nasional. Pihaknya menargetkan setidaknya terdapat dua kelas untuk prodi baru tersebut.
”Sudah kami daftarkan untuk mengikuti seleksi nasional. Tinggal nunggu kepastian pagunya berapa,” tandasnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi dan menyambut baik launching prodi teknologi pangan UTM tersebut. Prodi baru itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Salak nantinya.
”Ke depan pertanian ini harus menjadi orientasi ekonomi untuk kesejahteraan petani,” paparnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti