BANGKALAN, RadarMadura.id - Pemerintah pusat menggelontorkan dana puluhan miliar untuk peningkatan saluran irigasi di 15 daerah.
Salah satunya Kabupaten Bangkalan. Namun, pengerjaan program yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut belum tuntas.
Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan Diah Fitriana Suryani menyatakan, program peningkatan saluran irigasi tersebar di sembilan titik. Anggaran bersumber dari APBD dan APBN.
Proyek peningkatan saluran irigasi yang dibiayai APBD hanya tiga paket. Program itu berasal pokok-pokok pikiran anggota dewan.
Sementara enam paket lainnya bersumber dari APBN yang ditetapkan berdasarkan instruksi presiden (inpres).
Peningkatan saluran irigasi yang berumber dari APBD dilaksanakan di dua lokasi.
Yakni, satu paket di Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya, dan dua paket di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah. Total anggaran dari tiga paket proyek itu Rp 260 juta.
”Untuk yang DAU alhamdulillah sudah tuntas semua, tinggal yang inpres,” imbuhnya.
Perempuan yang akrab disapa Didin itu menambahkan, terdapat 15 kabupaten yang mendapat kucuran dana APBN untuk peningkatan saluran irigasi.
Salah satunya Kabupaten Bangkalan. Total anggaran Rp 64 miliar.
”Kami tidak tahu untuk yang Bangkalan berapa, tetapi total anggarannya Rp 64 miliar,” ucapnya.
Daerah irigasi (DI) yang direhabilitasi menggunakan APBN adalah Sumber Mencay di Kecamatan Modung.
Kemudian, DI Sumber Keong Kecamatan Blega, DI Sumber Gening di Kecamatan Kamal dan DI Sumber Koning di Kecamatan Tanah Merah.
Lalu, DI Sumber Dupok Kecamatan Kokop dan DI Sumber Petapan di Kecamatan Tragah.
Jadi, mayoritas program peningkatan DI tahun ini berasal dari APBN atau dana inpres,” paparnya.
Pengerjaan proyek peningkatan DI yang dibiayai APBN belum ada yang tuntas. Sebab, pengerjaannya baru dimulai Selasa (2/9) lalu.
”Sekarang masih proses (pengerjaan). Sedangkan untuk masa kontraknya kurang tahu karena bergabung dengan 15 kabupaten lainnya,” ujarnya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri