BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan kecipratan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik hampir satu miliar. Namun, hingga saat ini realisasi anggaran itu belum seratus persen.
Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant menyatakan, anggaran DAK nonfisik yang digelontorkan pemerintah pusat Rp 950 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk beberapa kegiatan.
Yakni, pemeliharaan Museum Cakraningkrat, program publik dan pergelaran seni. ”Pelaksanaan sudah berjalan, sisa pergelaran seni yang belum terealisasi,” katanya Kamis (6/11).
Serapan anggaran DAK nonfisik tersebut baru 25 persen. Namun, kegiatannya banyak yang sudah dilaksanakan. Tetapi, anggarannya belum diserap karena proses laporan pertanggungjawabannya belum selesai.
”Realisasinya sudah banyak, kalau pengesahan sudah selesai, realisasinya akan lebih (dari 25 persen),” ujarnya.
Hendra berjanji akan segera menuntaskan semua kegiatan yang dianggarkan melakui DAK nonfisik. Yaitu, kegiatan yang mengundang komunitas sanggar seni. Namun, pelaksanaan kegiatan itu belum terjadwal.
”Alokasi dana ini sebenarnya untuk mempromosikan museum, mungkin tidak jauh dari itu. Jadi masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti