BANGKALAN, RadarMadura.id – Kecelakaan maut terjadi di Jembatan Suramadu Kamis (30/10) dini hari. Bus Damri tujuan Kabupaten Sumenep menabrak truk bermuatan pupuk di kilometer (km) 4.
Akibat peristiwa itu, sopir dan kernet bus tewas di lokasi kejadian. Lalu, kondektur dan satu penumpang luka berat.
Korban tewas adalah sopir bus, Kahirul Anam, 44, warga Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan.
Lalu kernet bus Saleh, 40, warga Kelurahan Lawangan Daya, Pamekasan. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Sementara korban luka adalah Mohammad Zaini, 45, warga Kelurahan Patemon, Pamekasan. Pria yang berststus sebagai kondektur itu mengalami luka berat.
Satu penumpang juga mengalami luka berat, yakni Noor Hidayad, 54, warga Desa Kerta Timur, Kecamatan Dasuk, Sumenep.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), bus Damri nopol L 7710 UA yang dikemudikan Kahirul Anam oleng dan menabrak truk gandeng dengan nopol L 9712 UO yang dikemudikan oleh Ahmad Zaini yang berada di depan bus tersebut. Setelah menabrak truk, bus tersebut menabrak pagar pembatas jembatan.
Pasca kejadian, Satlantas Polresta Surabaya dan personel polisi yang berada di Pos Sendang langsung merapat ke TKP. Mereka mengevakuasi para korban ke RSUD Syamrabu Bangkalan.
Kendaraan yang terlibat laka juga dievakuasi agar arus lalu lintas di Jembatan Suramadu yang sempat terganggu kembali lancar.
”Masih proses penyelidikan, sebab kami melakukan olah TKP bersamaan dengan Polda Jatim,” kata Kasatlantas Polres Bangkalan AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady.
Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab bus Damri itu oleng. Sedangkan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia itu akibat tabrak belakang. ”Penyebab pastinya masih kami dalami,” bebernya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti