BANGKALAN, RadarMadura.id - Tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada kelompok usaha garam (kugar).
Bentuknya berupa sarana produksi berupa geomembran.
Namun, hanya satu kelompok yang mendapatkan bantuan tersebut.
Hal itu disampaikan Kabid Perikanan Achmad Hidayat Kurniawan melalui Fungsional Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan Edy Wijono menyampaikan.
Bantuan tersebut telah tersalurkan pada Juli lalu. Itu dari provinsi, bukan dari APBD, katanya kemarin (23/10).
Edi menjelaskan, bantuan itu hanya menyasar pada satu kelompok di Kecamatan Kwanyar.
Adapun besarannya ada 19 rol geomembran dengan luas 9.800 meter.
”Pemkab mengusulkan empat di 2023 yang baru terealisasi tahun ini, tambahnya.
Dijelaskan, bantuan geomembran sangat membantu terhadap produksi.
Sebab, proses pengeringan garam lebih cepat dibanding menggunakan tanah petak.
Biasanya memakan waktu satu bulan, dengan geomembran bisa panen dalam dua pekan.
”Di Bangkalan yang tidak menggunakan geomembran masih banyak, ungkapnya.
Hasil produki garam tahun ini diketahui juga masih jauh dari target.
Hingga September baru terkumpul 654 ton garam. Sedangkan target tahun ini ada tiga ribu ton garam.
Tahun ini kemarau basah, jadi berdampak pada produksi, ujarnya.
Edi berharap bantuan geomembran bisa merata kepada semua kelompok.
Sebab, dengan geomembran bisa memaksimalkan masa produksi.
Akan kami usulkan kembali tahun depan, pungkasya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri