Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Museum Cakraningrat Bangkalan Diwacanakan Jadi Destinasi Wisata

Amin Basiri • Rabu, 8 Oktober 2025 | 18:00 WIB
GENERASI EMAS: Sejumlah pelajar sedang melihat koleksi Museum Cakraningrat, Bangkalan, Senin (6/10).
GENERASI EMAS: Sejumlah pelajar sedang melihat koleksi Museum Cakraningrat, Bangkalan, Senin (6/10).

BANGKALAN, RadarMadura.id - Selama ini Museum Cakraningrat Kabupaten Bangkalan hanya dikenal sebagai sarana edukasi dan informasi sejarah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan berencana akan menjadikan museum tersebut sebagai destinasi wisata.

Kabid Kebudayaan Disbubpar Bangkalan Hendra Gemma mengatakan, jika Museum Cakraningrat menjadi objek wisata akan meningkatkan daya tarik pengunjung.

Namun, diperlukan pengembangan dan pemugaran museum secara menyeluruh untuk mendukung rencana tersebut. 

Dengan begitu, infrastruktur, tampilan dan fasilitas lain bisa memenuhi standar layak kunjung sebagai destinasi wisata.

Secara standarisasi dan fasilitas sangat perlu ditingkatkan, tuturnya kepada JPRM, kemarin.

Hendra menyampaikan, pengembangan museum tidak hanya fokus pada bangunan maupun koleksi.

Tapi juga berkaitan dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti rest area dan sentra kuliner.

Untuk mendukung fasilitas ini, bisa bekerja sama dengan pihak luar, baik dari pelaku usaha lokal maupun mitra strategis lainnya.

”Memang harus ada icon, jadi bisa mendatangkan orang banyak itu, ungkpanya. 

Juma selaku pemerhati sejarah dan budaya Madura menyebut, destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Namun selama ini belum tergarap secara maksimal di pulau garam.

Ada banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang selama ini kurang diperhatikan, dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.

Padahal itu penting dirawat untuk pelestarian, tutur Doses UIN Sunan Ampel Surabaya itu. 

Menurutnya, membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Hal ini untuk memastikan pelestarian dan pengembangan terus keberlanjutan. 

Tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan fasilitas.

Sementara masyarakat berkontribusi dalam pelestarian budaya, pengembangan produk lokal, hingga pengelolaannya, pungkasnya. (lil/bil) 

Editor : Amin Basiri