BANGKALAN, RadarMadura.id – Grand final karapan sapi tingkat Kabupaten Bangkalan digelar Minggu (21/9). Terdapat 48 pasang sapi yang berpacu di Stadion Karapan Sapi (Skep) RP Moch. Noer, Bangkalan. Sayangnya, sebanyak 42 sapi kerap gagal melaju ke Piala Presiden 2025.
Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant mengatakan, dari puluhan peserta, hanya diambil enam pasang sapi terbaik. Perinciannya, tiga pasang sapi untuk juara dari golongan atas dan tiga juara lainnya dari golongan bawah (lihat grafis).
”Para juara nanti akan jadi delegasi Kabupaten Bangkalan untuk Piala Presiden 2025,” kata Hendra Minggu (21/9).
Dia menaruh harapan besar, perwakilan Bangkalan bisa keluar sebagai juara dalam Piala Presiden 2025 yang akan digelar di Skep RP Moch. Noer. Sehingga, diharapkan semakin banyak lahir pencinta sapi kerap di Kota Salak.
”Sekarang pencinta karapan sapi sudah banyak peningkatan. Ini ajang prestisius, karena satu pasang sapi harganya tidak main-main, bisa ratusan juta,” ujarnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyebut, karapan sapi tingkat kabupaten masuk dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-494 Kabupaten Bangkalan. Pihaknya berkomitmen melestarikan karapan sapi yang merupakan warisan budaya asli masyarakat Madura.
”Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga tradisi ini dan melestarikannya, sehingga karapan sapi tidak mudah diakui oleh daerah mana pun atau negara lain,” ucapnya.
Penyelenggaraan lomba karapan sapi sudah menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Di antaranya menggunakan peralatan digital untuk memantau ketepatan dan kecepatan sapi, baik di garis start dan finish.
”Dengan demikian, diharapkan bisa menjaga sportivitas perlombaan. Tugas kita ke depan melestarikan budaya ini agar tidak mudah pudar karena perkembangan zaman,” ungkapnya.
Muhammad Thohir, peserta karapan sapi mengaku, butuh perawatan ekstra untuk menyiapkan sepasang sapi yang unggul. Harus ada perawatan rutin, seperti jamu hingga proses latihan. Minimal latihan dilakukan dua kali dalam sepekan.
”Ini perlu dilestarikan. Harapan kami, pemerintah memfasilitasi dan presiden bisa nonton langsung karapan sapi di Madura,” harapnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti