BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelontorkan anggaran pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT). Nilainya mencapai Rp 1,4 miliar. Anggaran miliaran itu dipecah menjadi 14 paket proyek fisik.
Proyek yang melekat di dinas pertanian, perikanan dan ketahanan pangan (DP2KP) itu termasuk dengan kegiatan perencanaan dan pengawasan. Sedangkan lokus pembangunan JIAT disebar di beberapa kecamatan di Bangkalan.
Kendati demikian, proyek pembangunan JIAT tersebut belum ada satu pun yang direalisasikan. Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Madura (JPRM), baru satu paket proyek yang dilakukan penunjukan pelaksana. Prosesnya masih upload dokumen penawaran.
”Sisanya dalam minggu ini tayang semua. Berkas sudah di-review semua. Jadi tinggal proses dan kesiapan pejabat pengadaan,” ujar Kabid Prasarana dan Sarana DP2KP Bangkalan CHK Karyadinata Selasa (2/9).
Pihaknya menargetkan, pekan depan belasan proyek fisik yang diklaim untuk mendukung program peningkatan ketahanan pangan tersebut akan digelar. Sebab, proses penunjukan pelaksana membutuhkan waktu kurang lebih selama satu minggu.
”Itu semua program pokir (pokok pikiran anggota dewan, Red). Semoga dapat berjalan dengan baik dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Khotib Marzuki meminta dinas terkait untuk segera merealisasikan pembangunan JIAT. Sehingga, manfaat program itu bisa dirasakan masyarakat. Utamanya dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
”Harus dipastikan sesuai RAB (rencana anggaran biaya, Red) jangan dikerjakan asal-asalan. Nanti kami pantau pelaksanaannya,” pintanya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti