BANGKALAN, RadarMadura.id – Eskalasi politik yang memanas di berbagai daerah menuai perhatian Ikatan Alumni Universitas Trunojoyo Madura (IKA UTM). Organisasi alumni mahasiswa UTM itu mengaku prihatin atas terjadinya demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkistis, pembakaran, dan penjarahan.
Dalam situasi yang memanas tersebut, IKA UTM menyerukan beberapa poin kepada seluruh alumni, mahasiswa, dan masyarakat luas. Yakni, harus mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
”Segala bentuk perbedaan pendapat harus disampaikan dengan cara-cara damai dan sesuai koridor hukum. Persatuan NKRI adalah hal utama yang harus dijaga bersama,” ujar Ketua IKA UTM Abdul Halim.
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jatim itu mengimbau semua pihak untuk tidak terprovokasi isu yang tidak jelas. Pihaknya meminta masyarakat bijak memilah informasi, dan harus menghindari berita bohong atau hoaks. Juga tidak terpancing oleh ajakan-ajakan yang dapat memperkeruh keadaan.
”Tolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkistis,” imbaunya.
Halim menambahkan, demonstrasi adalah hak setiap warga negara. Namun, harus dilakukan dengan tertib, damai, dan menghormati kepentingan bersama. Oleh sebab itu, pembakaran, perusakan, kekerasan, dan penjarahan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.
”Kami mengajak seluruh pihak untuk kembali pada semangat musyawarah, menahan diri, dan tidak mengambil langkah-langkah yang merugikan masyarakat luas. Indonesia adalah rumah kita bersama, dan stabilitas bangsa harus menjadi prioritas utama,” sambungnya.
IKA UTM juga mendorong aparat dan pemerintah untuk bertindak secara proporsional, adil, dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan permasalahan. Sehingga, tidak menambah ketegangan di masyarakat.
IKA UTM berkomitmen untuk terus berperan aktif sebagai jembatan intelektual dan moral untuk terus menjaga keutuhan NKRI. Juga, mengajak seluruh alumni dan masyarakat Madura pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan. (bam/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti