BANGKALAN, RadarMadura.id Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan menghentikan dropping air di 20 desa. Alasannya, Kota Salak sempat diguyur hujan yang terjadi Senin (19/8)
Kasi Kedarutatan dan Logistik BPBD Bangkalan Eko Sugiharto menyatakan, ada 51 desa yang berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau saat ini. Namun yang mengajukan dropping air bersih hanya 20 desa.
Belum ada permintaan lanjutan, tapi kami ingatkan pemerintah untuk meng-update kondisi wilayahnya, ujarnya.
Tetapi, kini distribusinya dihentikan. Pihaknya mengimbau pemerintah desa segera melapor jika wilayahnya mengalami krisis air bersih. Agar pemerintah bisa segera bertindak dengan melakukan dropping ar.
Eko menambahkan, pemerintah akan kembali mengintesifkan dropping air bersih mulai awal September.
Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kekeringan di Bangkalan akan berlangsung hingga September.
Walaupun tidak berlangsung lama, tapi juga perlu kita antispasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa terdampak, paparnya. (za/jup)
Editor : Amin Basiri