BANGKALAN, RadarMadura.id – Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Harapan menjadi satu-satunya KUD yang masih eksis di Kabupaten Bangkalan.
Koperasi di Kecamatan Burneh itu sempat vakum. Saat ini beroperasi kembali dengan sektor usaha yang berbeda.
Koperasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto itu awalnya cukup eksis di Kecamatan Burneh.
Koperasi ini menyediakan berbagai unit usaha seperti layanan simpan pinjam dan unit usaha lainnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Achmad Siddiq menyampaikan, KUD Tunas Harapan sempat vakum lantaran minimnya peminat dan dukungan dari masyarakat.
”Awalnya sempat vakum beberapa tahun dan kembali diresmikan dengan menyediakan beberapa unit usaha,” jelasnya.
Siddiq memaparkan, KUD Tunas Harapan kembali hadir untuk masyarakat Bangkalan dan Burneh pada khususnya dengan wajah bisnis baru.
Koperasi ini fokus di bidang usaha penyedia kebutuhan bahan pokok dan penyedia di sektor pertanian.
Dia juga memastikan keberadaan koperasi ini tidak akan bertolak belakang dengan koperasi desa merah putih (KMP).
”Tidak ada bersinggungan. Bisa saja KMP berkolaborasi dengan KUD ini nantinya,” sambungnya.
Pembina KUD Tunas Harapan Suparman berkeyakinan koperasi tersebut akan jaya seperti 50 tahun lalu.
Sehingga dia berharap besar setelah diresmikan kembali dengan sektor usaha penyedia sembako dan sektor pertanian bisa memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Terutama untuk para petani di Burneh.
”Semoga dengan adanya KUD ini bisa membantu masyarakat terutama petani di Kecamatan burneh,” harapnya. (za/luq)
Editor : Amin Basiri