BANGKALAN, RadarMadura.id – Sarana dan prasarana (sarpras) menjadi salah satu instrumen penting bagi fasilitas kesehatan (faskes). Tanpa sarpras yang memadai, maka mustahil layanan kesehatan yang diberikan bisa optimal.
Di RSUD Syamrabu, unit yang bertanggung jawab atas kesiapan sarpras adalah Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS). Tugasnya memastikan seluruh fasilitas rumah sakit berfungsi secara baik dan siap digunakan.
”Baik sarpras medis maupun nonmedis,” ujar Kepala IPSRS Rina Handayani, S.E.
Rina memaparkan, ada tugas penting yang menjadi tanggung jawab unit kerjanya. Antara lain, melakukan pemeliharaan dan perbaikan peralatan. Mulai dari peralatan medis, nonmedis, genset, peralatan dapur, termasuk peralatan elektronik lainnya.
Kemudian, wajib melakukan pemeliharaan utilitas. Yaitu mengelola sistem utilitas, seperti listrik, air bersih, gas medis, dan sistem pembuangan sampah. Lalu, bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung dan fasilitas lainnya.
”Seperti melakukan perawatan dan perbaikan gedung, termasuk perbaikan sipil, pintu, jendela, serta fasilitas. Antara lain AC dan sistem pencahayaan,” imbuhnya.
Selanjutnya, wajib melakukan penyediaan sarpras dan pengendalian kualitas. Tujuannya, memastikan ketersediaan dan kelayakan sarpras pendukung operasional rumah sakit. Mulai dari lif, peralatan laundry, dan sistem pemadam kebakaran.
”Serta memastikan bahwa semua peralatan dan fasilitas memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, termasuk melakukan pengujian dan sertifikasi,” sambungnya.
Perempuan berhijab itu menambahkan, IPSRS bekerja sama dengan berbagai unit di lingkungan RSUD Syamrabu. Seperti instalasi gawat darurat (IGD), instalasi rawat inap, dan bagian umum.
”Peran IPSRS sangat penting dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit dan mencapai akreditasi yang lebih tinggi,” tukasnya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti