BANGKALAN, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjadi saksi diresmikannya dapur makan bergizi gratis (MBG) di Jalan Halim Perdanakusuma Rabu (30/7). Dapur MBG yang dikelola Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah tersebut akan menjadi percontohan di Madura.
Orang nomor satu di Bangkalan itu memaparkan, dapur MBG bukan sekadar tempat pengolahan dan distribusi makanan bergizi. Tetapi, juga menjadi komponen penting dalam upaya pemenuhan gizi anak dan ibu hamil (bumil) di Kota Salak.
Hadirnya program makan bergizi gratis sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Utamanya, dalam upaya pemenuhan gizi dan nutrisi anak agar menjadi generasi berkualitas, berdaya saing, dan tidak stunting.
MBG bukan sekadar program jangka pendek, tapi harus menjadi gerakan kolektif dalam menciptakan generasi Bangkalan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing, ujarnya.
Lukman berkomitmen, Pemkab Bangkalan akan mendukung program MBG yang digagas pemerintah pusat. Sebab, manfaatnya sangat nyata. Antara lain, meningkatkan kesehatan anak, mengentaskan stunting, dan mengurangi beban ekonomi masyarakat.
Utamanya masyarakat tidak mampu yang kesulitan mendapat makanan bergizi. Kami akan terus mengawal dan mendukung pengembangan dapur-dapur serupa agar pelayanan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sambungnya.
Peresmian fasilitas MBG tersebut dihadiri langsung Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Brigjen Pol Erwin Charara Rusmana. Juga, Dandim 0829 Letkol Inf. Nanang Fathur Rozi, dan Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Novvan.
Baca Juga: Pemkab Sampang Target Sepuluh Besar MTQ Tingkat Provinsi
Bangkalan menjadi pelopor dibangunnya dapur MBG. Ini akan menjadi percontohan. Berdasarkan pengecekan secara detail yang dilakukan sudah sangat representatif,” ujar Brigjen Pol Erwin Charara Rusmana.
Dapur MBG yang dikelola Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah itu dapat memperoleh MBG 3.500–4.000 porsi per hari. Sementara petugasnya telah dilatih sesuai tugas pokok dan fungsinya, termasuk ahli gizi.
”Tetapi, tetap akan kami cek dan evaluasi secara berkala ke depannya, sambungnya. (jup)
Editor : Hendriyanto