BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana pagi di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangeranan 1, Bangkalan, masih terasa dingin Rabu (23/7). Maklum, jam baru menunjukkan pukul 06.15. Tetapi, satu per satu siswa mulai berdatangan, sebagian diantarkan orang tuanya.
Suara langkah kaki dan tawa kecil siswa terus terdengar. Suasana sekolah pun kian ramai meski seluruh aktivitas berjalan tenang. Beberapa guru juga terlihat berdiri di depan kelas, menyambut kedatangan murid dengan senyum ramah.
Sinar matahari yang terus menyingsing mulai menghangatkan tubuh. Sehingga, pagi di sekolah itu terasa penuh semangat untuk memulai hari belajar. Tepat pada pukul 07.00 para siswa mulai berbaris rapi untuk mengikuti senam bersama.
Namun yang menarik, ada 10 siswa yang tidak mengikuti kegiatan senam massal tersebut. Mereka berada di salah satu ruangan di gedung sebelah timur lembaga itu. ”Mereka siswa-siswi yang ikut ekstrakurikuler kriya anyam,” sebut Kepala SDN Pangeranan 1 Sri Mangistutik.
Kriya anyam sudah menjadi ekstrakurikuler tetap di lembaga pendidikan yang dipimpin. Bagi Sri, sekolah harus menyediakan akses bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan lain selain akademik.
”Tujuannya sederhana saja, supaya dapat membekali mereka dengan kemampuan praktis. Sehingga, ketika terjun ke masyarakat punya skill,” sebutnya.
Perempuan berkerudung itu menyadari tidak semua peserta didiknya mampu untuk mencerna dengan baik pelajaran akademik. Sehingga, pendidik harus peka untuk mengembangkan potensi siswa.
Khususnya siswa yang memiliki kemampuan di luar bidang akademik. Seperti kerajinan menganyam. ”Alhamdulillah, siswa kami sudah ada yang juara dua kriya anyam tingkat kabupaten tahun ini,” sebutnya dengan bahagia.
Ada banyak kerajinan anyaman yang dihasilkan murid-murid SDN Pangeranan 1. Mulai dari mainan berupa kendaraan roda tiga, nampan hantaran, tas, termasuk beberapa benda yang didapat digunakan sebagai hiasan.
Bahan-bahan anyaman disediakan pihak sekolah. Sedangkan hasil kerajinan yang diproduksi siswa boleh dibawa pulang. Namun, juga ada yang dipajang di sekolah. ”Tentu, apa yang diberikan di sini, nanti bisa dikembangkan ketika mereka sudah dewasa untuk menjadi lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Rahmatul Yuliana Sholehah, murid kelas VI SDN Pangeranan 1 merasa senang dengan adanya latihan menganyam. Dirinya mulai belajar menganyam sejak masuk kelas V. Saat pertama mengikuti lomba langsung juara harapan tiga.
”Seru banget. Selain mendapatkan materi-materi dalam kelas, saya bisa belajar keterampilan,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti