BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengelola 29 pasar tradisional yang tersebar di 18 kecamatan. Target pendapatan asli daerah (PAD) dari 29 pasar tradisional itu Rp 6,7 miliar.
Dinas koperasi, usaha mikro dan perdagangan (diskop umdag) mengeklaim capaiannya Rp 3 miliar. Retribusi terbesar disumbangkan Pasar Ki Lemah Duwur dan Pasar Blega. Dalam setahun pendapatan yang disetor ke pemkab mencapai Rp 1 miliar lebih.
”Capaian PAD kita per Juni sudah 50 persen atau di angka Rp 3 miliar,” ujar Plt Kepala Diskop Umdag Bangkalan Achmad Siddik.
Penarikan retribusi selama ini dilakukan terhadap pedagang. Sedangkan yang menyetor retribusi parkir baru Pasar Ki Lemah Duwur. Namun, ke depan pemerintah akan mengelola parkir kendaraan di semua pasar. Dengan demikian, pendapatan yang dapat disetorkan ke kasda bisa bertambah.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman menilai potensi PAD di pasar sangat besar. Namun, pemkab belum mampu maksimalkan potensi tersebut. Bahkan, yang terjadi cenderung bocor.
”Sistem penarikan PAD yang bersumber dari pasar harus dievaluasi karena rawan kebocoran,” sarannya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti