Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dinkes Bangkalan Tingkatkan Kapasitas Bidan-Dokter melalui Seminar dan OJT

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 26 Juni 2025 | 05:16 WIB
PELAYAN MASYARAKAT: Kadinkes Bangkalan Nur Hotibah (berkerudung dan berkacamata) berfoto bersama peserta seminar dan OJT, Rabu (25/6). (DINKES UNTUK JPRM)
PELAYAN MASYARAKAT: Kadinkes Bangkalan Nur Hotibah (berkerudung dan berkacamata) berfoto bersama peserta seminar dan OJT, Rabu (25/6). (DINKES UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. 

Salah satunya dengan melaksanakan Seminar tentang kanker leher rahim (serviks), dan On the Job Training (OJT) pemeriksaan human papillomavirus deoxyribonucleic acid (HPV DNA). 

Seminar sekaligus pelatihan itu dilaksanakan di ruang pertemuan lantai empat RSUD Syamrabu, mulai Rabu (25/6)–Kamis (26/6). Pesertanya berasal dari kalangan bidan dan dokter.

Kepala Dinkes Bangkalan Nur Hotibah meminta peserta seminar dan OJT memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Lembaganya akan terus men-support semua kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan. 

Puskesmas merupakan kepanjangan tangan dari lembaga yang dipimpin. Maka, petugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) harus mampu berkomunikasi yang baik dengan pasien.

Setiap masyarakat harus mendapat pelayanan yang baik tanpa memandang status. ”Semua pasien harus kita perlakukan sama. Kalau perlu, nakes akan kita ikutkan pelatihan tentang komunikasi efektif (public speaking),” imbuhnya.

Peserta seminar dan OJT diimbau untuk menularkan pengetahuannya tentang kanker serviks dan pemeriksaan HPV DNA kepada nakes lainnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangkalan Wiwid Mayasari mengutarakan, seminar dan pelatihan yang dilaksanakan untuk me-refresh pengetahuan tentang kanker leher rahim. 

Juga untuk meningkatkan keterampilan dokter dan bidan dalam pengambilan spesimen guna mendeteksi dini adanya virus HPV. Apalagi Indonesia menduduki peringkat ketiga se-Asia Tenggara dengan kematian penderita kanker leher rahim terbanyak.

”Maka, dengan adanya program cek kesehatan gratis, kami mengajak masyarakat terutama perempuan usia reproduktif untuk melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat,” ajaknya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#serviks #OJT #tenaga kesehatan #dokter #bidan #puskesmas #pengetahuan #seminar #Dinkes Bangkalan #HPV DNA #kanker leher rahim