BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah meluncurkan program bantuan modal usaha (BMU). Anggaran yang digelontorkan untuk peningkatan industri kecil menengah (IKM) tersebut mencapai Rp 4,2 miliar.
Anggaran jumbo itu bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Namun, realisasi program yang melekat di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan tersebut masih buram.
”Realisasi penyerahan BMU belum bisa dipastikan kapan. Sebab, masih ada beberapa kegiatan lain yang perlu diproses,” ujar Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperinaker Bangkalan Dody Ahmad.
Saat ini masih tahap penyetoran berkas oleh pelaku IKM. Sebelum itu, calon penerima mendaftar secara online.
”Jumlah IKM yang sudah setor berkas belum fix. Tapi, jumlah yang melakukan pendaftaran online 394 orang,” tegasnya.
Setelah penyerahan berkas rampung, panitia BMU akan melakukan verifikasi dokumen. Pelaku IKM yang dinyatakan lolos verifikasi akan dilakukan survei lapangan untuk memastikan keabsahan data yang dikirim.
”Survei itu untuk menentukan apakah layak menerima bantuan atau tidak. Kemudian, mengusulkan penyusulan SK Bupati, baru lanjut ke tim pengadaan barang,” tegasnya.
Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Khotib Marzuki meminta penyaluran BMU dilakukan secara terbuka dan tepat sasaran.
Sebab, program ini sepenuhnya untuk mendukung pelaku IKM dalam mengembangkan usahanya.
”Yang penting juga penyaluran bantuan ini harus bersifat jangka panjang. Artinya, ada pendampingan berkala dari pemerintah. Sehingga, pelaku IKM penerima BMU dapat dipantau perkembangan usahanya,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti